Husni Ismail Imbau Kurangi Sikap Konsumtif untuk Membantu Sesama saat Ramadan
- 03 Mar 2026 15:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Imam Masjid Istiqlal Husni Ismail menekankan umat muslim harus menghindari gaya hidup konsumtif berlebihan selama Ramadan. Ia menyebut puasa mengajarkan pengendalian diri, bukan sekadar memindahkan waktu makan siang ke malam hari.
Menurutnya, pemborosan makanan dan minuman bertentangan dengan ajaran Islam serta dapat mengalihkan fokus ibadah kepada Allah SWT. Husni juga mengatakan umat muslim perlu mengurangi porsi makan dan minum agar bisa berbagi dengan sesama secara tulus.
“Berpuasa itu adalah dalam rangka meneladani Tuhan, Tuhan tidak makan, tidak minum akan tetapi berbagi makanan dan berbagi minuman. Minimal siang hari kita tidak berpuasa berarti kita meneladani Tuhan dan dianjurkan untuk berbagi makanan dan berbagi minuman,” kata Imam Husni saat berdialog dengan Pro3 RRI di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Pemborosan makanan, kata Imam Husni, juga dapat menimbulkan sampah berlebihan di rumah tangga yang harus dihindari. “Produksi sampah makanan di rumah tangga kaum Muslim juga berlebihan, sisa-sisa makanan itu adalah hal-hal yang mesti dihindari,” ucapnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesadaran membatasi konsumsi sesuai kebutuhan, serta menyisihkan kelebihan untuk dibagikan. Pesan ini sejalan dengan hadits yang menekankan sedekah bahkan dengan setengah biji kurma sekalipun untuk orang yang kurang mampu.
“Separuh biji kurma bukan sebiji, itulah tekanannya bagi orang-orang yang kurang mampu sekalipun penekanannya hanya memiliki satu biji kurma. Tapi tolong didermakan separuh untuk kita, separuh untuk orang lain,” katanya.
Imam Masjid Istiqlal ini juga mengingatkan bahwa berlebihan dalam konsumsi harta atau barang merupakan melanggar ajaran Islam. Hal ini bisa menyebabkan penimbunan yang tidak bermanfaat dan mengurangi kesempatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa mengurangi porsi pribadi dan berbagi kepada sesama selama Ramadan membuka pintu keberkahan, menolak bala, dan meningkatkan kualitas ibadah. “Jangan sekali-kali kita berlebihan karena mubazir itu saudara syaitan dan tidak disukai Allah SWT,” ucap Imam Husni.
Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Iskandar mengajak umat Islam menghindari gaya hidup konsumtif berlebihan selama Ramadan. Ia menegaskan Islam tidak melarang umat menikmati kenikmatan hidup selama tetap dalam batas kewajaran.
Anwar menjelaskan sikap berlebihan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga berpengaruh dalam kehidupan sosial. Gaya hidup yang melampaui batas, kata Anwar, dapat menimbulkan kecemburuan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
“Hidup bermasyarakat itu harus menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai sikap berlebihan justru menimbulkan kecemburuan atau ketidaknyamanan,” ucap Anwar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....