Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 akan Terjadi Dua Kali
- 03 Mar 2026 06:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua periode. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, proyeksi tersebut didasarkan pada hasil survei Direktorat Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan. Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik pada tahun 2025.
“Prediksi puncak arus mudik pertama kemungkinan terjadi pada 14 sampai 15 Maret. Hal itu berdasarkan hasil survei dan evaluasi tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah gelombang awal, pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere pada 16 dan 17 Maret. Kebijakan tersebut diperkirakan memicu puncak arus mudik kedua pada 18 dan 19 Maret 2026.
Selain arus mudik, Sigit juga memprediksi puncak arus balik terjadi dalam dua gelombang berbeda. Gelombang pertama, kata dia, diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 24 dan 25 Maret 2026.
“Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret. Bila diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan jajaran untuk menyiapkan pengaturan penyeberangan menuju Bali. Hal itu dilakukan karena peringatan Hari Raya Nyepi bertepatan dengan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dan Bali. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, soliditas kerja sama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci keselamatan serta kelancaran perjalanan masyarakat.
“Keberhasilan angkutan Lebaran sangat ditentukan oleh soliditas kerja sama lintas sektor sejak tahap perencanaan hingga pengendalian di lapangan. Koordinasi ini penting agar pengawasan dan pelayanan berjalan terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan akan diperkuat melalui sistem digital berbasis pemantauan nasional. Sebanyak 7.159 titik CCTV serta informasi cuaca dan peringatan dini dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan cepat dan akurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....