Penyelenggara Travel Umroh Siap Tunda Keberangkatan Jamaah
- 02 Mar 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Penyelenggara travel haji dan umroh merespons himbauan pemerintah tentang penundaan pemberangkatan umrah ke tanah suci. Hal ini seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Ketua Harian Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umroh (Bersathu), Farid Tursina, menyebut pihaknya siap menyampaikan himbauan tersebut kepada anggotanya, demi keamanan bersama. Selain meminta penundaan pemberangkatan, ia juga meminta penyelenggara travel untuk memonitor jamaah yang masih tertahan di sejumlah bandara.
“Kepada para penyelenggara yang baru akan memberangkatkan jamaah umrah hari ini hingga kepulangan sebelum tanggal 19 April, diharap menunda dulu. Sebagai penyelenggara juga penting untuk memantau semua jamaah yang masih belum bisa pulang ke Indonesia,” katanya, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Senin, 2 Maret 2026.
Ia mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Seluruh asosiasi diminta mengirimkan data akurat jamaah.
“Kami harus memitigasi dan memantau semua jamaah,” ujar Farid. Pendataan juga mencakup jamaah yang tertahan di Qatar (transit), karena bandaranya ditutup.
Menurutnya, ada sekitar 58 ribu jamaah saat ini melakukan umrah di Arab Saudi. “Karena bulan Ramadan ini menjadi puncak musim ibadah umrah,” ujarnya.
Meski demikian, situasi ini menyebabkan efek psikologis bagi para jamaah. “Sebagian jamaah jadi ingin pulang lebih cepat karena ketidakpastian situasi,” kata Farid.
Secara ekonomi, penyelenggara juga menghadapi risiko kerugian. “Hotel yang sudah dibayar tidak bisa direfund,” ujarnya.
Bersathu mengimbau jamaah untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan pihak travel untuk penjadwalan ulang keberangkatan. Pihaknya juga meminta dukungan pemerintah untuk melindungi jamaah dan pengusaha dari risiko kerugian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....