Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran Ramadan Inklusif untuk Siswa Nonmuslim
- 02 Mar 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan pembelajaran selama Ramadan tetap inklusif bagi seluruh murid. Kegiatan di sekolah tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik beragama Islam, tetapi juga bagi siswa nonmuslim.
"Pembelajaran saat Ramadan mempertimbangkan keberagaman Indonesia. Kegiatan di sekolah tidak dikhususkan hanya untuk yang beragama Islam," kata Mu'ti dalam Dialog Khusus bersama PRO3 RRI, di lantai 7 Pusat Pemberitaan, Gedung RRI Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang majemuk dan plural. Karena itu, Ramadan dalam konteks kebangsaan menjadi momentum bersama seluruh masyarakat.
"Kita tahu bahwa Indonesia ini adalah negara yang sangat majemuk, sangat plural. Ramadan ini tidak hanya menjadi bulan umat Islam saja, tapi dalam kontek Indonesia justru menjadi bulan seluruh masyarakat Indonesia," ucap Mu'ti.
Ia menjelaskan bahwa murid nonmuslim tetap difasilitasi dengan kegiatan yang berfokus pada peningkatan spiritualitas. Sekolah dapat mendesain program sesuai komposisi peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, sekolah dengan latar belakang agama beragam dapat bekerja sama dengan tokoh agama setempat. Selain itu, pemanfaatan rumah ibadah di sekitar sekolah juga dapat menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran.
"Kegiatan itu tetap fokus pada pembelajaran sesuai kurikulum. Namun ada tambahan aktivitas yang bersifat keagamaan dan peningkatan spiritualitas," ujarnya.
Mu'ti menegaskan suasana Ramadan di sekolah harus kondusif dan inklusif. Seluruh murid tetap belajar dan menjalankan kegiatan sesuai keyakinan masing-masing.
"Jadi sekolah-sekolah terutama sekolah yang memang disitu muridnya berasal dari pemeluk agama yang berbeda-beda. Dapat mendesain kegiatan-kegiatan yang bersifat peningkatan spiritualitas tentu bisa dengan bekerjasama melalui berbagai jaringan," ucap Mu'ti.
Ia menilai pendekatan tersebut sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Pengalaman langsung melalui kegiatan sosial dan keagamaan dinilai lebih efektif membentuk sikap toleransi dan kepemimpinan siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....