Seknas IM: Dana MBG Tidak Dicatut Dari Anggaran Pendidikan
- 02 Mar 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Berbagai kritik dan masukan terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap menjadi hal penting sebagai bahan evaluasi. Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM), Monisyah menilai pro kontra dalam sebuah program adalah hal biasa.
"Pro kontra dalam implementasi suatu program adalah hal biasa. Itu menjadi suplemen penting untuk perbaikan sehingga program ini bisa paripurna," ujar Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM), Monisyah, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Dirinya yakin, Presiden Prabowo Subianto sudah mempertimbangkan secara matang pelaksanaan. Termasuk pembiayaan MBG ini.
Terkait adanya kritik dari PDI-P soal penganggaran MBG, Monisyah menilai hal tersebut sudah lumrah, tidak perlu dibesar-besarkan. Karena pemerintah pun tidak mengabaikan anggaran pendidikan.
"Penganggaran MBG sudah dibahas di DPR dan telah diketok palu. Jadi, tidak dicatut dari anggaran pendidikan," kata dia.
"Program MBG juga tidak pilih kasih, melainkan menyasar semua anak-anak dan ibu hamil di Indonesia, tidak melihat apa latar belakang parpolnya. Jadi sudah seharusnya tetap didukung."
Pihaknya yakin, dana pendidikan tetap sesuai Konstitusi. Sementara penetapan pendanaan MBG sudah dilakukan secara transparan di hadapan para anggota dewan.
"Ini bentuk transparansi pemerintah," kata dia. Monisyah meminta semua pihak untuk menghentikan narasi-narasi yang memojokkan MBG.
"Kita sudahi narasi-narasi negatif, mari kita bersama-sama menunjukkan jiwa nasionalisme. Dengan mendukung program ini agar benar-benar bisa dinikmati oleh anak bangsa," kata dia.
Baginya, Presiden Prabowo dan jajarannya telah bekerja keras untuk mengimplementasikan program ini. Guna memperbaiki gizi dan kesehatan bagi anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa.
Program MBG, lanjutnya, bukan sekadar memperbaiki kualitas gizi. Tapi juga penggerak ekonomi, ketahanan pangan, dan menjadi misi peradaban.
"Melalui MBG, banyak rakyat merasa terbantu ekonominya, lapangan kerja terbuka dan membentuk ketahanan pangan secara nasional. Jadi, program ini memiliki nilai ekonomi, misi kemanusiaan, dan spirit nasionalisme yang tinggi," ucap dia.
Dia yakin, bila program ini berjalan dengan baik, begitu juga program Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat. Maka Indonesia kedepannya akan semakin maju dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan cerdas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....