Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Wafatnya Try Sutrisno
- 02 Mar 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Mantan Wapres ke-6 RI itu meninggal pada Senin, 2 Maret 2026, setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Wapres mengatakan, bangsa Indonesia kehilangan sosok Try Sutrsino sebagai seorang pemimpin. Pengabdiannya, kata Wapres, akan selalu menjadi sejarang bangsa.
"Bangsa Indonesia kehilangan sosok pemimpin yang mendedikasikan hidupnya bagi negara, dari prajurit hingga negarawan. Keteladanan, integritas, dan pengabdiannya akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Bangsa Indonesia," kata Wapres Gibran dikutip dalam akun Instagram resminya.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan darmabaktinya bagi bangsa dan negara, mengampuni segala khilafnya. Kemudian, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amin," ujarnya.
Sebagai informasi Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres pada periode 1993-1998 mendampingi Presiden Ke-2 RI, Soeharto. Sekitar 20 tahun sebelumnya, Try juga mendampingi Presiden Soeharto sebagai ajudan.
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dari ayah bernama Subandi dan ibu bernama Mardiyah. Try melanjutkan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) setelah lulus SMA pada 1956.
Saat menjalani pendidikan, Try sempat mengikuti operasi penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra. Lulus dari Atekad pada 1959, Try menjalani karir militernya di Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur.
Setelah mengikuti pendidikan Seskoad, pada 1974 Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Dari situlah karirnya terus meroket hingga menduduki jabatan tertinggi kedua di republik ini.
Pada 1978, Try menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana yang berkedudukan di Denpasar, Bali. Hanya setahun berselang, dia dipromosikan Panglima Kodam IV/Sriwijaya yang berkedudukan di Palembang, Sumatra Selatan.
Hingga akhirnya Try diangkat sebagai Panglima Kodam V/Jaya yang berkedudukan di Ibu Kota Jakarta pada 1982. Pada masa kepemimpinannya ini ditandai dengan terjadinya tragedy berdarah yaitu Peristiwa Tanjung Priok.
Tiga tahun kemudian Try dipromosikan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Hanya setahun berselang, dia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Rudini.
Saat menjabat sebagai KSAD, Try menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD. Langkah ini mencerminkan perhatiannya terhadap kesejahteraan para prajurit.
Puncak karir militernya terjad pada 1988 saat dirinya ditujuk seagai Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI). Jabatan yang diembannya hingga 1993, sebelumnya akhirnya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wapres.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....