Mendikdasmen Optimalkan Pembelajaran Ramadan Melalui Empat Pusat Pendidikan

  • 02 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, tidak ada istilah libur belajar selama Ramadan di tahun 2026 ini. Menurutnya, pemerintah tetap mengoptimalkan pembelajaran melalui empat pusat pendidikan agar proses belajar berjalan efektif.

"Jadi kami tidak menggunakan istilah libur, istilahnya untuk belajar. Kami memiliki prinsip bahwa pembelajaran itu akan bisa berhasil kalau kita memaksimalkan empat pusat pendidikan," ujar Mu’ti dalam Dialog Khusus bersama Pro3 RRI, di Lantai 7 Pusat Pemberitaan, Gedung RRI Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Mu'ti menjelaskan, pembelajaran tetap berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah selama Ramadan. Menurutnya, pembelajaran luar sekolah mencakup aktivitas di keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah.

Empat pusat pendidikan tersebut, kata Mu'ti, meliputi keluarga, masyarakat, sekolah, dan media. Bahkan lanjut dia, media seperti RRI juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran nasional.

"Jadi RRI ini juga termasuk bagian dari media atau pusat pembelajaran. Kami harapkan dapat juga menjadi ekosistem yang mendukung pendidikan di tanah air kita ini," ucapnya.

Adapun pembelajaran selama Ramadan dibagi menjadi dua skema utama. Skema tersebut mencakup pembelajaran di sekolah dan pembelajaran di luar sekolah.

Untuk kegiatan di sekolah, pemerintah menekankan tiga fokus utama pembinaan siswa. Pertama adalah kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasa dengan penyesuaian tertentu.

"Tapi tentu dengan jam belajar yang lebih singkat. Tidak banyak aktivitas fisik yang menguras energi, menguras tenaga," kata Mu'ti.

Penyesuaian ini dilakukan agar siswa tetap fokus tanpa terkuras energinya. Kemudian fokus kedua, lanjutnya, adalah penguatan kegiatan keagamaan bagi peserta didik.

"Kegiatan keagamaan kalau yang bagi umat Islam bisa pesantren Ramadan, kemudian tadarus Al-Qur'an. Ada juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan spiritualitas di kalangan murid-murid yang beragama Islam," ujarnya.

Sementara fokus ketiga ialah kegiatan sosial yang difasilitasi pihak sekolah. Kegiatan sosial tersebut dapat berupa santunan, buka bersama, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya.

"Kegiatan sosial itu diselenggarakan di sekolah, bisa juga sekolah mengorganisasi kegiatan sosial di masyarakat. Misalnya buka bersama, memberikan santunan sosial, itu semua kan bagian dari pendidikan," ucap Mendikdasmen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....