Ketahui Tata Cara Salat Khusuf saat Terjadinya Gerhana Bulan

  • 02 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bagi umat Islam, gerhana bulan bukan sekadar fenomena alam, melainkan momentum spiritual untuk menyaksikan kebesaran Allah Swt. Pada saat itulah umat Islam dianjurkan melaksanakan Salat Khusuf sebagai bentuk ibadah dan perenungan diri.

Dalam tradisi fikih, salat khusuf termasuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan. Pelaksanaannya memiliki kekhususan meski secara umum menyerupai salat sunah biasa.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002), halaman 108. Ia menyebut hukum salat khusuf adalah sunnah muakkadah, yakni sunah yang sangat dianjurkan.

Lebih lanjut, Syekh Nawawi menerangkan bahwa salat gerhana memiliki tiga tingkatan pelaksanaan. Tingkatan tersebut menunjukkan variasi panjang bacaan dan jumlah rukuk dalam setiap rakaat.

Pertama, tingkatan paling minimal dilakukan dua rakaat sebagaimana salat sunah Zuhur. Kedua, tingkatan pertengahan dilakukan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat.

Sementara itu, tingkatan sempurna dilakukan dengan membaca Al-Fatihah lalu dilanjutkan surat panjang sesuai kemampuan. Misalnya membaca Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma’idah atau seukuran itu.

Dalam praktiknya, panjang rukuk dan sujud mengikuti panjang bacaan surat tersebut. Semakin panjang bacaan, semakin panjang pula rukuk dan sujud yang dilakukan.

Adapun tata cara salat gerhana bulan tingkat pertengahan adalah sebagai berikut:

  1. Niat salat gerhana yang dibarengi takbiratul ihram. Lafal niatnya sebagai berikut:
    أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
    Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
    Artinya, “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”
  2. Membaca doa Iftitah.
  3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
  4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
  5. Rukuk pertama (lama).
  6. Bangkit dari rukuk (I‘tidal).
  7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
  8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
  9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
  10. Bangkit dari rukuk (I‘tidal).
  11. Sujud pertama.
  12. Duduk di antara dua sujud.
  13. Sujud kedua.

Setelah menyelesaikan rakaat pertama, jamaah berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama. Hanya saja, bacaan surat pada rakaat kedua lebih pendek dibandingkan rakaat pertama.

Pada bagian akhir, salat ditutup dengan tasyahud akhir dan salam sebagaimana salat pada umumnya. Dengan demikian, perbedaannya hanya terletak pada jumlah rukuk dalam setiap rakaatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....