Profil Try Sutrisno, Wapres Ke-6 RI yang Wafat di Usia 90 Tahun
- 02 Mar 2026 11:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal dunia Senin 2 Maret 2026 pagi. Sebelum wafat, ayah tujuh anak ini sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres pada periode 1993-1998 mendampingi Presiden Ke-2 RI, Soeharto. Sekitar 20 tahun sebelumnya, Try juga mendampingi Presiden Soeharto sebagai ajudan.
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dari ayah bernama Subandi dan ibu bernama Mardiyah. Try melanjutkan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) setelah lulus SMA pada 1956.
Saat menjalani pendidikan, Try sempat mengikuti operasi penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra. Lulus dari Atekad pada 1959, Try menjalani karir militernya di Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur.
Setelah mengikuti pendidikan Seskoad, pada 1974 Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Dari situlah karirnya terus meroket hingga menduduki jabatan tertinggi kedua di republik ini.
Pada 1978, Try menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana yang berkedudukan di Denpasar, Bali. Hanya setahun berselang, dia dipromosikan Panglima Kodam IV/Sriwijaya yang berkedudukan di Palembang, Sumatra Selatan.
Hingga akhirnya Try diangkat sebagai Panglima Kodam V/Jaya yang berkedudukan di Ibu Kota Jakarta pada 1982. Pada masa kepemimpinannya ini ditandai dengan terjadinya tragedy berdarah yaitu Peristiwa Tanjung Priok.
Tiga tahun kemudian Try dipromosikan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Hanya setahun berselang, dia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Rudini.
Saat menjabat sebagai KSAD, Try menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD. Langkah ini mencerminkan perhatiannya terhadap kesejahteraan para prajurit.
Puncak karir militernya terjad pada 1988 saat dirinya ditujuk seagai Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI). Jabatan yang diembannya hingga 1993, sebelumnya akhirnya mendampingi Presiden Soeharto sebagai wakil presiden.
Di luar kemiliteran, Try pernah menjadi pemimpin induk organisasi cabang olahraga di Indonesia. Yaitu dengan memimpin Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 1985-1993.
Dalam kehidupan pribadi, Try dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang sederhana. Dari pernikahannya dengan Tuti Sutiawati, dia dikaruniai tujuh orang anak.
Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Namanya dikenang sebagai tokoh militer yang berperan penting dalam pemerintahan nasional.
Satu anak beliau mengikuti jejaknya berkarir di kemiliteran yaitu Letjen TNI Kunto Arif Wibowo, yang kini menjabat Pangkogabwilhan I. Sedangkan anak ketiganya, Firman Santyabudi, merupakan purnawirawan perwira polisi dengan pangkat terakhir Irjen Pol.
Tidak hanya itu, dua menantu Try juga meniti karir di dunia kemiliteran seperti ayah mertuanya. Yaitu Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Marsda TNI (Purn) Danang Hadiwibowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....