Rencana Pendidikan Komcad Direspons Beragam Kalangan ASN
- 01 Mar 2026 21:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menggelar pendidikan dasar komponen cadangan (komcad) untuk 4.000 aparatur sipil negara (ASN). Rencana dari pemerintah tersebut mendapatkan tanggapan dari sejumlah ASN di Jakarta.
Alfian, salah satu ASN menyatakan antusias jika didaftarkan dari kantornya untuk mengikuti pelatihan komcad. Ia akan mempersiapkan fisik dan mental kendati masih menanti informasi dari institusi tempat dirinya bekerja.
“Kalau saya disuruh ikut sih, saya setuju untuk ikut, yang perlu dipersiapkan fisik dan mental . Karena nanti saar pelatihan macam-macam, akan dilatih ketahanan fisiknya kemudian mental,”ujar Alfian kepada RRI.CO.ID, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menilai tujuan dari komcad sangat bagus seperti membentuk kepribadian yang lebih bertanggung jawab dan displin. Selain itu, paling penting adalah menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari serangan musuh.
Menurutnya, tugas menjaga keamanan NKRI bukan hanya Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Polri tetapi tugas seluruh elemen masyarakat. Masyarakat khususnya anak muda lebih siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Aku sih setuju ya dengan apa yang telah dicanangkan bahwa akan adanya komponen cadangan, tujuannya untuk memperkuat pertahanan Indonesia. Kalau misalkan ada sesutau hal, kita sebagai masyarakat umum siap,”ujarnya.
Adapun Lukito, ASN lain di Jakarta mendukung apabila tujuan komcad untuk kedisiplinan, memastikan agar ASN tidak terpapar paham radikalisme. Namun ia keberatan jika pelatihan komcad bersifat wajib.
“Tidak setujunya yang pasti anggaran karena akan besar tuh memakai anggaran. Kalau kesan ada wajib, menurut saya sudah melanggar hak individu untuk memilih,”kata Lukito.
Lukito tetap menyatakan kesiapan jika institusinya mengirim dirinya untuk bergabung kedalam komcad. Ia akan mempersiapkan kesehatan, fisik, mental dan wawasan.
Sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto mengatakan pendidikan komcad 4.000 ASN kemungkinan akan dimulai pada April 2026. Ribuan ASN tersebut tersebar di 49 kementerian/lembaga.
“Salah satu bentuk kemestaan pertahanan kita adalah seluruh komponen terlibat. Tentu terlibat dalam pertahanan negara salah satunya melalui komponen cadangan dan harapannya bisa menjadi ASN komcad,”kata Wamen Donny.
Pihaknya akan menerima daftar calon komcad dari kementerian/lembaga. Setelah itu dilakukan serangkaian tes, jika lolos akan mengikuti pelatihan selama dua bulan.
Wamen Donny memastikan keikutsertaan dalam komponen cadangan tidak akan menghambat kinerja dari ASN. Justru pelatihan komcad sejalan dengan tugas sebagai ASN, dan setelah mengikuti komcad, mereka akan dikembaliukan ke institusi masing-masing.
“Saya rasa ini berjalan dengan tugas mereka sebagai ASN, hanya dua bulan saja pelatihan setelah itu kembali sebagai ASN,”kata Wamen.
Persyaratan mengikuti pendidikan komcad, diatur didalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional dan pertahanan negara. Calon peserta komcad akan mengikuti seleksi administrasi dan kompetensi.
Di UU Nomor 23 Tahun 2019, salah satunya disebutkan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Keikutsertaan dalam komcad diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Adapun persyaratan tersebut yakni:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Setia pada NKRI yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD RI tahun 1945
3. Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun.
4. Sehat jasmani dan Rohani
5. Tidak memiliki catatan criminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....