Mendikdasmen Ingatkan ASN Bekerja sebagai Ibadah
- 01 Mar 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) menjadikan momentum Ramadan sebagai penguat integritas dan etos kerja di lingkungan kementerian. Menurutnya, bekerja dengan penuh tanggung jawab bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari ibadah yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan pendidikan nasional.
“Mereka agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjauhkan diri dari semua hal yang bertentangan dengan hukum. Terutama adalah menjauhkan diri dari perilaku dan jembatan korupsi serta tindakan yang lain-lainnya,” kata Mendikdasmen di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menegaskan kegiatan keagamaan yang digelar di lingkungan kementerian bukan sekadar seremoni, tetapi upaya membangun budaya kerja yang religius dan berintegritas.
Suasana kerja yang religius, lanjutnya, diharapkan melahirkan kesalehan individu yang tercermin dalam profesionalisme dan tanggung jawab seluruh insan pendidikan.
“Ini menjadi bagian dari usaha kami agar suasana kerja, suasana kantor lebih religius. Yang religius itu mudah-mudahan berimplikasi langsung terhadap kesalehan seluruh insan pendidikan,” ujar Mu'ti.
Pada kesempatan yang sama, Abdul Somad menekankan bahwa pendidikan dalam Islam tidak terbatas pada ruang kelas maupun kajian ilmu agama seperti tauhid, tafsir, dan akidah. Ia menjelaskan Islam juga mendorong umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan tentang alam semesta sebagai bagian dari penguatan peradaban.
Lebih lanjut, UAS menyebut bulan Ramadhan sebagai proses pendidikan terpanjang bagi umat Islam karena melatih disiplin, kesabaran, serta pengendalian diri secara menyeluruh. Saat berpuasa, seseorang tidak hanya belajar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengelola emosi agar menjadi pribadi yang lebih matang.
“Cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, itulah sifat-sifat orang yang terdidik,” katanya. Ia pun berpesan agar perjuangan panjang dunia pendidikan yang telah dirintis para pendidik terdahulu tidak dirusak oleh kepentingan sesaat dan iming-iming keduniawian.
Menurutnya, pendidikan harus tetap menjadi jalan pencerahan. Bukan justru sarana pembodohan yang menggerus nilai-nilai moral dan integritas bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....