Kecamatan Sembakung, Nunukan Terendam Banjir Hampir Lima Meter

  • 01 Mar 2026 10:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, masih terendam banjir setinggi 4,65 meter. Ketinggian air tersebut, naik 1 meter dari hari sebelumnya.

Kasubid Evakuasi dan Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan Sembakung adalah satu dari delapan kecamatan yang sebelumnya di landa banjir. Namun, kondisi di Sembakung banjir belum juga surut, bahkan meningkat ketinggian airnya.

"Sementara, 6 kecamatan lain sudah sangat surut, genangan juga masih ada di kecamatan Sembakung Atulai. Meskipun tak separah yang masih terjadi di Kecamatan Sembakung," katanya dalam perbicangan dengan RRI Pro 3, Minggu (1/3/2026).

Saat ini, katanya, tercatan ada 227 rumah yang terendam banjir di Sembakung dengan jumlah jiwa terdampak mencapai 1.434. Sampai saat ini, kata dia, korban banjir masih bertahan di para-para rumah yang mereka bangun sebelumnya untuk mengantisipasi bajir yang memang kerap terjadi.

"Bajir di Sembakung biasany berlangsung cukup lama sampai lebih dari 14 hari. Hal ini karena kondisi wilayah Sembakung seperti cekungan, ditambah pasang laut," katanya.

Banjir, kata Hasanuddin, sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Delapan kecamatan terendam banjir, sebutnya, dipicu oleh curah hujan tinggi dan air kiriman dari hulu sungai wilayah Malaysia.

"Ada lima kecamatan (di wilayah Kabudaya) yang tergenang, yaitu Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis (Mansalong), Sembakung Atulai, dan Sembakung. Selain itu, ada tiga kecamatan juga di wilayah Krayan," katanya.

Bahkan banjir yang terjadi sejak 25 Februari tersebut, ujar Hasanuddin, sempat mencapai di atas 5 meter, seperti di kawasan Sungai Lumbis. "Berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem ini diperkirakan masih bisa terjadi hingga akhir Februari atau awal Maret," ujarnya

BPBD Nunukan, ucap Hasanuddin, telah menerjunkan tim sejak hari pertama untuk mendirikan Posko Darurat bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait. Proses pengiriman bantuan juga sudah berjalan dan akan ada pergeseran bantuan tambahan dari kabupaten.

Hingga kini, kata dia, belum ada informasi mengenai korban jiwa dan luka dari bencana banjir tersebut. Hanya saja, sebutnya, sejumlah rumah rusak akibat lumpur dn kayu gelondongan kiriman yang terbawa air dari hulu sungai wilayah Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....