Menag Soroti Potensi Wakaf yang Belum Tergarap Optimal

  • 28 Feb 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat tidak hanya terpaku pada zakat selama Ramadan. Menurutnya, saat ini wakaf memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk diberdayakan secara bersama.

“Zakat itu hanya salah satu diantaranya, banyak sekali yang perlu kita aktifkan di kedepan itu, seperti wakaf. Wakaf itu jauh lebih potensial daripada zakat, tapi ini belum digarap,” kata Menteri Nasaruddin saat dialog di studio Pro3 RRI, Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia mencontohkan praktik di Timur Tengah, di wiliyah tersebut menunjukkan wakaf, infak, sedekah, dan jariah menjadi tumpuan utama pembangunan. Namun, Menag menyebut zakat tetap wajib dipromosikan karena merupakan rukun Islam yang fundamental.

Ia menilai zakat sebesar 2,5 persen dinilai terlalu kecil jika berdiri sendiri. “Terlalu kecil kalau hanya kita zakat 2,5 persen saja, padahal kalau kita lihat potensi wakaf di Indonesia itu dahsyat,” ucapnya.

Nasaruddin mengatakan, tantangan ke depan adalah memberdayakan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Baznas secara lebih maksimal. Diversifikasi kegiatan dinilai perlu agar potensi zakat dan wakaf tidak terhimpun secara terbatas.

“Kalau kita lakukan perhitungan jumlah dana yang tersimpan oleh orang yang ber-KTP Islam. Seharusnya kita mendapatkan zakat itu Rp320 triliun per tahun, tapi kita hanya baru Rp41 triliun tahun lalu,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat dorongan dan imbauan kuat kepada seluruh pihak terkait. Untuk itu, lanjut dia, diperlukan pentingnya membangun kesadaran agar masyarakat dapat membayar zakat secara maksimum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....