Kejar Herd Immunity, Kemenkes Gencarkan Imunisasi Campak dan Rubella

  • 28 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggencarkan imunisasi campak dan rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan. Menurut juru bicara Kemenkes, Widyawati, anak dengan rentang usia terbanyak 1-4 tahun menyumbang kasus sebesar 53 persen, disusul anak usia 5-9 tahun sebanyak 29 persen.

Selain itu, katanya, pemberian imunisasi tersebut untuk mengejar cakupan imunisasi MR, terutama bagi daerah yang terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sebelumnya. “Memang masih ada hambatan untuk mengejar cakupan imunisasi agar kita mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) dari penyakit campak,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Sabtu (28/2/2026).

Cakupan imunisasi lengkap di populasi untuk mencapai kekebalan kelompok, ujar Widya, harus mencapai lebih dari 95 persen. “Campak sangat menular, sehingga tingkat vaksinasi yang tinggi sangat krusial untuk mencegah penularan ke kelompok rentan, tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa,” katanya.

Widya menyebut, salah satu hambatan mengejar cakupan imunisasi, karena masih ada penolakan terhadap imunisasi MR dari masyarakat. Oleh karena itu, kata dia, Kemenkes terus melakukan edukasi melalui berbagai sarana, baik media sosial maupun sarana kampanye lainnya.

Data Kemenkes menyebut, pada ada 2025, katanya, ada 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi lab di 89 kabupaten-kota di 16 provinsi. Kasus suspek 63.769, termasuk di dalamnya konfirmasi lab 11.094.

Selain itu, ada 69 kasus yang meninggal, dan fatality rate sebesar 0,1 persen, seperti negara-negara maju yang menghadapi campak. Lima provinsi KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Sementara itu, pada tahun 2026, ada 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten-kota di 11 provinsi. Sementara itu, 13 KLB campak konfirmasi lab di 9 kabupaten-kota di 6 provinsi.

Hingga minggu ke-7 2026, kasus suspek 8.224 termasuk di dalamnya yang terkonfirmasi lab 572. Pada periode tersebut tercatat meninggal empat kasus dan CFR-nya, fatality rate-nya 0,05 persen.

Lima provinsi KLB terbanyak pada 2026 yakni Sumatera Barat, kemudian Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....