Mensos Usulkan 400.000 Lansia-Disabilitas dapat MBG Tahun Ini
- 28 Feb 2026 04:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengusulkan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 300.000-400.000 lanjut usia (lansia)- disabilitas tahun ini. Walaupun rencana tersebut masih dalam tahap pematangan konsep.
"Kalau tahun lalu menyasar sekitar 100.000 lebih untuk lansia dan 36.000 untuk penerima disabilitas. Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara Rp300.000 sampai Rp400.000 penerima manfaat," ujar Mensos di Tangerang, Jumat 27 Februari 2026.
Syaifullah menyatakan hal ni sedang dimatangkan terus konsepnya dan tengah bertransformasi. Dari dahulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG.
"Maka itu, kemarin saya sudah koordinasi dua kali dengan Prof Dadan (Kepala BGN, Red). Untuk bagaimana ke depan lansia dan penyandang disabilitas juga bisa dilayani oleh SPPG-SPPG yang dekat dengan penerima manfaat," ucapnya.
Menurut Gus Ipul, penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan ditentukan melalui asesmen berbasis data Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah. "Nanti kita akan mengusulkan calon-calon penerima manfaat berserta tentu bersama bupati/wali kota se-Indonesia gitu ya," ujarnya.
"Kemudia , untuk petugas mengirim makanan itu dari Kemensos, bisa jadi pokmas. Bisa jadi kerelawan-kerelawan yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat dari para lansia," sambung Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Gus Ipul menuturkan lansia penerima manfaat ini adalah yang tinggal sendirian, usianya rata-rata di atas 75 tahun. Kadang-kadang mereka memerlukan pengasuhan, memerlukan perawatan.
"Maka, kita harapkan nanti petugas-petugas ini juga bisa mengikuti proses pelatihan untuk bisa menjadi pengasuh bagi para lansia. Kita harapkan secepatnya ya, kita lagi mau ujicoba dulu di beberapa titik," kata dia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana menilai sinergi tersebut akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan. Terutama karena jaringan SPPG sudah tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.
"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah. Karena, SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata empat kolometer," ujar Dadan.
Ia menambahkan pembagian peran antara BGN dan Kemensos membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan dapat berjalan lebih efektif. "Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kemensos yaitu Pokmas atau caregiver," ucap Dadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....