Sambut Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Genjot Perbaikan Jalan Rusak Jalur Pantura

  • 27 Feb 2026 19:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah mempercepat perbaikan jalan rusak di sejumlah titik-titik strategis. Langkah ini bertujuan memastikan perjalanan masyarakat ke kampung halaman tetap aman dan nyaman.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan perbaikan prioritas pada ruas-ruas jalur utama mudik, khususnya jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Pantura menjadi fokus karena setiap tahun menjadi urat nadi pergerakan pemudik di Pulau Jawa.

Pemerintah menegaskan pekerjaan ini termasuk persiapan jalur Lebaran 2026 dengan target sepulah hari sebelum lebaran bebas lubang. Target tersebut bertujuan menjamin jalan dalam kondisi prima sebelum puncak arus mudik terjadi.

Perbaikan juga difokuskan pada Jembatan Cilamaya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai simpul krusial lalu lintas kendaraan berat. Jalan ini juga menjadi perhatian khusus karena banyak dilalui kendaraan pribadi maupun kendaraan berat.

"Kami telah melakukan pekerjaan penanganan jalan dan jembatan di ruas Karawang, Cikampek, dan Pamanukan. Serta di Jembatan Cilamaya, tepatnya di KM 107,” ucap salah satu petugas Kementerian PU di lapangan dalam keterangan tertulis, Jumat 27 Februari 2026.

Pekerjaan dilakukan dengan metode scraping dan overlay menggunakan aspal AC-WC PG 70 untuk badan jalan Jembatan Cilamaya. Material ini dirancang khusus untuk jalan raya dengan beban lalu lintas tinggi dan iklim panas ekstrem.

Untuk tahap scraping dilakukan mengupas lapisan aspal lama yang telah menurun. Kemudian permukaan barulah dilapisi ulang dengan AC-WC PG 70.

Metode ini menghasilkan permukaan jalan lebih rata, kuat, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan kendaraan. "Pekerjaan ini dilakukan dalam kurang waktu satu hari bisa tereselesaikan," ucap petugas.

Sebelumnya, Menteri PU menegaskan seluruh jalan berlubang di jalur nasional dan tol harus tertangani sebelum arus mudik Lebaran. Ia menyebut penutupan lubang menjadi kewajiban rutin yang dilakukan setiap tahun.

“Jadi semua lubang itu kan mesti tertutup sebelum H-7. Itu sudah wajib,” kata Dody Hanggodo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Dody menambahkan Kementerian PU akan menyiagakan pos pengawasan selama H-7 hingga H+7 Lebaran di sejumlah titik. "Teman-teman yang stand by di pos-pos itu tugasnya adalah selalu ngecek ke ruas-ruas jalan di wilayahnya," ujarnya.

Upaya perbaikan ini diharapkan menekan risiko kecelakaan akibat jalan rusak, sekaligus memberikan rasa aman bagi jutaan pemudik. Dengan jalan yang layak, perjalanan panjang ke kampung halaman dapat lebih tenang dan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....