Ribuan Sekolah Rusak, 'Save The Children' Apresiasi Semangat Anak
- 27 Feb 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - CEO Save The Children Dessy Kurwiany Ukar mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ribuan sekolah di Sumatra yang terdampak banjir. Dalam kunjungannya ke Aceh, Dessy menyaksikan langsung bangunan sekolah yang hancur dan tidak lagi layak digunakan.
“Tempat itu tentunya hancur, atapnya runtuh, semua meja kursi hilang dan tidak ada lagi. Bahkan seluruh peralatan sekolah seperti laptop atau komputer yang biasa digunakan untuk para guru sudah hancur,” kata Dessy Kurwiany Ukar saat memberikan sambutan dalam acara Media Gathering Super Indo di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia mengaku pihaknya sempat berbincang dengan seorang siswi bernama Nana yang sekolahnya ikut terdampak. Menurut Dessy, Nana menceritakan kondisi tersebut dengan suara tenang meski bangku dan meja belajar mereka tak lagi tersisa.
“Dia (Nana) bilang betul bu sekolah kami hancur. Fasilitas seperti bangku hingga meja hancur tidak ada lagi yang tersisa,” ucapnya.
Dessy mengaku berusaha tetap tegar di hadapan anak-anak, meski secara pribadi merasa terpukul melihat kenyataan tersebut. Ia menambahkan, di tengah keterbatasan, banyak anak di Aceh tetap memiliki cita-cita tinggi.
“Kalau saya tidak bersyukur dan tidak melakukan yang terbaik untuk mendukung mereka, itu sesuatu yang tidak bisa saya lakukan. Walaupun sekolah mereka hancur, yang mereka pikirkan adalah bagaimana bisa mencapai cita-cita itu,” ujar Dessy.
Menurutnya, semangat anak-anak tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tetap menjadi harapan utama di tengah situasi sulit. Dessy menyebut lebih dari 4.000 sekolah di Sumatra terdampak bencana dan banyak pelajar menjalani kegiatan belajar di sekolah darurat.
“Kami berharap berbagai pihak dapat bergerak cepat untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan. Langkah ini dilakukan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan baik, aman dan layak,” kata Dessy menutup.
Sementara, Perusahaan ritel Super Indo menyalurkan bantuan pembangunan sekolah modular bagi wilayah terdampak bencana di Sumatra. Program tersebut dijalankan melalui Yayasan Sagraha Indonesia Peduli Sesama dan Save The Children.
President Director Super Indo, Boudewiin mengatakan pihaknya merasa terpukul saat menyaksikan langsung dampak bencana di Sumatra. Menurutnya, bencana tersebut telah merusakan ribuan fasilitas pendidikan.
“Ketika kami menyaksikan dampak dahsyat banjir di Aceh dan Sumatera, kami merasa sedih. Yang paling memilukan adalah melihat anak-anak kehilangan sekolah mereka,” ujar Boudewijn.
Ia menegaskan, dukungan terhadap pendidikan menjadi prioritas perusahaan dalam fase pemulihan pascabencana. Ia berkomitmen mendanai pembangunan sekolah modular di tiga lokasi yang terdampak bencana.
“Bantuan edukasi ini dirancang untuk mengembalikan siswa ke ruang kelas mereka dengan aman dan cepat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar dan mengejar masa depan mereka,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....