Menko AHY Luncurkan Podcast InfraMe
- 26 Feb 2026 22:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi meluncurkan Podcast InfraMe. Menko AHY menekankan podcast tersebut sebagai ruang komunikasi yang lebih terbuka, dialogis, dan partisipatif dalam mengawal pembangunan nasional.
Melalui platform ini, Kemenko Infra ingin memperkuat keterlibatan publik dalam memahami arah, strategi, dan dampak kebijakan infrastruktur. Podcast InfraMe menjadi bagian dari komitmen Kemenko Infra untuk memperluas kanal komunikasi kepada masyarakat.
"Dengan komunikatif dan mendalam, InfraMe diharapkan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan, prioritas. Serta orkestrasi pembangunan infrastruktur lintas sektor," kata Menko AHY dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Kamis 26 Februari 2026.
Pada episode perdana, Menko AHY menegaskan pembangunan infrastruktur tidak semata berbicara tentang proyek fisik. Namun pembangunan juga harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin menggeser pendekatan dari sekadar membangun sebanyak-banyaknya infrastruktur menjadi membangun yang lebih baik dan lebih berdampak. Pertanyaannya selalu apa outcomenya, dan apa manfaat langsungnya bagi masyarakat,” ucapnya.
Menko AHY menyebut komunikasi publik merupakan bagian integral dari proses pembangunan, Pemerintah memiliki kewajiban menjelaskan kebijakan dan program. Hal tersebut sekaligus membuka ruang dialog dua arah, agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi serta kritik konstruktif.
"Infrastruktur merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup, konektivitas jalan dan transportasi menurunkan biaya logistik, bendungan dan sistem irigasi. Meningkatkan produktivitas pertanian, akses air bersih mendukung ketahanan lingkungan, sementara pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan memperkuat fondasi SDM," ujarnya.
Menko AHY juga menjelaskan peran strategis Kementerian Koordinator dalam memastikan sinergi lintas sektor berjalan optimal. Filosofinya bukan sekadar mengoordinasikan, melainkan mengorkestrasi kebijakan dan program, agar terintegrasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Tanpa koordinasi dan orkestrasi yang kuat, pembangunan berisiko berjalan sendiri-sendiri, tumpang tindih, dan tidak optimal. Karena itu, pendekatan strategic planning menjadi sangat penting agar setiap proyek benar-benar memberikan dampak maksimal,” paparnya.
Menko AHY mencontohkan pengelolaan arus Natal dan Tahun Baru yang berjalan lancar dengan penurunan angka kecelakaan 25 persen. Kemudian, kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 14 persen sebagai hasil sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, Menko AHY menyampaikan pembangunan infrastruktur harus selaras dengan agenda keberlanjutan dan transisi energi. Termasuk penguatan transportasi publik, dukungan elektrifikasi kendaraan, serta penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan pengendalian banjir.
“Infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, melainkan tentang harapan, kesejahteraan, dan masa depan. Tidak boleh ada wilayah, generasi, maupun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” tutupnya.
Podcast InfraMe dipandu Staf Khusus Menko Merry Riana dan akan hadir secara berkala sebagai ruang dialog strategis. Guna memperkuat kolaborasi antara Pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....