Pemerintah Soroti Manipulasi Informasi MBG: Pernyataan Lama Digoreng Ulang
- 26 Feb 2026 01:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengungkap adanya dugaan manipulasi informasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali ramai diperbincangkan publik. Khususnya, dalam beberapa hari terakhir, tepatnya di awal Ramadan ini.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria menyebut, sejumlah akun abal-abal dan homeless media memunculkan kembali pernyataan lama. Di mana, seolah-olah merupakan informasi terbaru.
Hariqo menjelaskan, kronologi bermula dari peluncuran perdana MBG pada 6 Januari 2025. Program tersebut diluncurkan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi gizi masyarakat Indonesia.
Ia mengungkap data, bahwa lebih dari 96 persen penduduk dinilai kurang mengonsumsi sayur dan buah, 65 persen anak tidak sarapan sebelum sekolah. Serta masih tingginya angka anemia pada remaja putri dan stunting pada balita.
Sepekan setelah peluncuran, diskursus publik mengenai perbaikan gizi dan anggaran MBG meningkat. Pada 14 Januari 2025, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan dukungan terhadap program tersebut dan mengajak masyarakat bergotong royong mendukung perbaikan gizi nasional.
Namun, menurut Hariqo, pernyataan lama itu kembali dimunculkan pada akhir Februari 2026 oleh sejumlah media tidak kredibel. Salah satu modusnya adalah dengan cara mengubah tanggal publikasi menjadi seolah-olah peristiwa baru.
“Mereka sengaja mengubah tanggal berita dari 14 Januari 2025 menjadi Februari 2026. Bahkan ada yang menggunakan aplikasi tertentu agar video lama terlihat seperti wawancara terbaru,” ujar Hariqo dalam keterangannya, Rabu 25 Februari 2026.
Ia menilai praktik tersebut bertujuan memprovokasi pembaca dan menyesatkan mesin pencari. Agar publik mengira informasi tersebut merupakan perkembangan terbaru.
Hariqo juga menegaskan, tidak ada kebijakan penggunaan zakat untuk mendanai MBG. Serta program tersebut tidak mengurangi anggaran pendidikan.
Sebaliknya, kata Hariqo, pemerintah justru meningkatkan investasi di sektor pendidikan. Termasuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan pada 2025 dan menargetkan 71 ribu sekolah pada 2026.
Selain itu, untuk pertama kalinya sebanyak 288 ribu sekolah mendapatkan perangkat Interactive Flat Panel atau smart board guna mendukung pembelajaran. Menurut data pemerintah per 18 Februari 2026, MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik.
Secara keseluruhan, penerima manfaat program ini mencapai 60,24 juta orang dan turut menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja baru. Hariqo menyebut, program ini tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga membantu mencegah putus sekolah dan meningkatkan kehadiran siswa.
Ia juga mengaitkan MBG dengan upaya preventif kesehatan nasional, termasuk program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 70 juta orang pada 2025. “Selama 16 bulan ini, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat memiliki standar gizi yang layak dan kesehatan yang baik,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap disinformasi. Termasuk manipulasi foto dan video berbasis kecerdasan buatan, yang berpotensi memicu konflik sosial.
Hariqo menambahkan, lantaran MBG menggunakan anggaran negara, pemerintah pun membuka ruang kritik dan pengawasan publik. Di antaranya, melalui Call Center 127 atau WhatsApp Hotline 0811-1000-8008 sebagai kanal pengaduan resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....