Menteri PKP: Sebagian Hunian Tetap Korban Bencana Dapat Dihuni sebelum Lebaran

  • 25 Feb 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri PKP Maruarar Sirait menargetkan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana sebagian mulai dapat dihuni sebelum Lebaran 2026. Pembangunan tersebut dilakukan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

“Kita usahakan, sebelum Lebaran sudah ada yang bisa diserahkan kepada rakyat. Saya sudah menyiapkan waktu untuk hadir sebelum Lebaran,” ucap Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) saat rapat koordinasi tentang huntap bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu, 25 Februari 2026.

Menteri Ara mengimbau para gubernur dan bupati mendukung kelancaran pembangunan huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi tersebut. Dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan serta perbaikan akses jalan menuju lokasi hunian.

“Semua dikoordinasikan oleh Bapak Mendagri, baik listriknya, baik airnya, baik jalannya, baik lahannya. Nah itulah gunanya pertemuan hari ini, untuk mencari solusi-solusi, supaya rakyat kita bisa segera menikmati hunian tetap,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan skema pembangunan huntap dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Pembangunan tersebut melibatkan pendanaan dari APBN hingga dukungan berbagai instansi dan lembaga sosial.

“Kita tahu bahwa Huntap ini dibangun nanti oleh APBN, oleh kementerian pkp untuk dikompleks. Kemudian kalau yang satu-satu, itu akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” katanya.

Selain itu, Tito menyebut dukungan juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) sebanyak 104 unit. Selain itu juga terdapat dari Kepolisian sebanyak 250 unit rumah bagi warga terdampak.

“Dari Kepolisian juga ada Polri 250 rumah kalau saya tidak salah, kemudian ada dari Baznas juga akan bantu. Ada skema gotong royong ini juga dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.603,” ucap Tito.

Skema gotong royong tersebut menjadi bagian dari sinergi nasional dalam mempercepat penyediaan hunian tetap. Pemerintah berharap kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat proses pembangunan huntap.

Berdasarkan data Yayasan Buddha Tzu Chi, progres di Sumatra Utara tahap pertama telah mencapai 648 unit dari komitmen 1.103 unit. Di Tapanuli Tengah ditargetkan 50 unit, sementara Tapanuli Utara sebanyak 20 unit dan ditargetkan selesai pada 15 Maret 2026.

Untuk wilayah Aceh, tahap pertama telah berjalan sebanyak 600 unit dari komitmen 1.000 unit. Sebanyak 40 unit di Kabupaten Aceh Utara ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026.

Adapun di Sumatra Barat, progres pembangunan tercatat 43 unit dari total komitmen 500 unit. Pemerintah menargetkan penyelesaian dilakukan bertahap agar masyarakat segera menempati hunian yang layak dan aman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....