Men-LH: 105.483 Ton Sampah Cemari Lingkungan/Hari
- 25 Feb 2026 18:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 105.483 ton per hari belum tertangani secara memadai dan masih berisiko mencemari lingkungan. Hal ini dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang menjadi momentum konsolidasi nasional. Tujuannya untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir melalui visi besar Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan persoalan sampah telah berada pada tahap darurat dan memerlukan perubahan paradigma secara menyeluruh. Hingga akhir 2025, capaian sampah terkelola nasional baru mencapai 25 persen atau sekitar 36.684 ton per hari.
"Sementara 75 persen lainnya (105.483 ton per hari, Red) belum tertangani secara memadai dan masih berisiko mencemari lingkungan. Perubahan harus dimulai dari hulu," ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Menurutnya, paradigma lama kumpul–angkut–buang harus ditinggalkan. Pengurangan dari sumber melalui 3R dan ekonomi sirkular adalah kunci untuk menuntaskan masalah ini.
Hanif juga menekankan optimalisasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dengan fokus pada pengurangan sampah di sumbernya. Termasuk perubahan perilaku masyarakat dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Pendekatan ini, lanjutnya, bertujuan untuk meminimalkan sampah yang masuk ke TPA dan menghentikan praktik 'open dumping'. "Sementara mayoritas TPA di Indonesia adalah open dumping," kata dia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan juga memberikan pernyataan penting terkait persoalan sampah yang semakin mendesak. “Arahan Bapak Presiden jelas bahwa kita harus segera menyelesaikan persoalan sampah," kata dia.
"Ini menjadi kewajiban kita semua, karena hampir semua kabupaten/kota berada pada kondisi darurat sampah. Semoga pada Rakornas ini kita bisa menyelaraskan visi dan misi terkait permasalahan ini,” ujar Zulkilfi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar mengingat RPJMN 2025–2029 menargetkan 63,41 persen pengelolaan sampah pada 2026 dan 100 persen pada 2029. Dengan proyeksi timbulan sampah nasional mencapai 146.780 ton per hari pada 2029, diperlukan lompatan kebijakan dan implementasi sistem terpadu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....