Kementerian Perhubungan Prediksi 3,87 Juta Pemudik Sumatra Selatan

  • 25 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksikan pergerakan masyarakat asal Sumatra Selatan diperkirakan mencapai 3,87 juta orang. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

“Penguatan koordinasi dan kemitraan strategis antara Kemenhub dengan Pemprov Sumatra Selatan menjadi faktor penentu. Langkah ini dilakukan agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan selamat,” kata Dudy Purwagandhi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Selain pergerakan keluar daerah, Menhub menyebut arus masuk ke Sumsel juga diprediksi tinggi, mencapai 3,85 juta orang. Menurutnya, Provinsi Sumsel memegang peran strategis sebagai simpul utama konektivitas di koridor tengah Pulau Sumatra.

“Arus masuk dan keluar wilayah ini diproyeksikan meningkat dari arah Lampung dan Jambi melalui Tol Trans Sumatra hingga penyeberangan menuju Palembang dan sekitarnya. Mobil pribadi masih menjadi moda transportasi dominan secara nasional dengan prediksi 76,24 juta orang,” ucap Dudy.

Untuk jalur Trans Sumatra Non tol, Menhub Dudy memprediksikan sebanyak 7,85 juta kendaraan pribadi yang melintas. Hal ini berpotensi dapat menimbulkan kepadatan di ruas arteri.

“Karena itu perlu penguatan manajemen lalu lintas, peningkatan pengawasan keselamatan, serta kesiapan sarana dan prasarana di koridor strategis. Seperti Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Tengah,” ucap Dudy menegaskan.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel membuka program mudik gratis lebaran 2026 dengan menyediakan total 2.912 kursi kereta api (KA). Program menyasar dua rute utama, yakni Kertapati-Tanjung Karang dan Kertapati-Lubuklinggau.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya menjelaskan bahwa inisiatif itu bertujuan untuk menekan kepadatan lalu lintas di jalan raya. Pelaksanaan mudik akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 16 dan 17 Maret 2026.

“Tiap harinya kami sediakan kuota 1.456 kursi. Untuk rute Tanjung Karang tersedia 832 kursi sementara rute Lubuklinggau sebanyak 624 kursi," kata Musni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....