Anggaran Kemenpora Terbatas, Komisi X Dorong Atlet Indonesia dapat Beasiswa LPDP
- 25 Feb 2026 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari menegaskan, pentingnya koordinasi lintas kementerian/lembaga memperkuat dukungan pendidikan terhadap atlet Indonesia. Salah satunya, melalui penyinergian program pendidikan tinggi dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Kementerian Keuangan.
"Kolaborasi tersebut menjadi solusi konkret di tengah keterbatasan anggaran Kemenpora. Terkait dukungan anggaran, perlu kami sampaikan bahwa anggaran Kemenpora tahun 2026 hanya sebesar Rp1,1 triliun," kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Oleh karena itu, Karmila menekankan, kolaborasi K/L untuk pendidikan para atlet Indonesia perlu masif dijalankan. Salah satu program yang telah berjalan adalah skema dukungan 100 insan keolahragaa.
"Ini kolaborasi antara Kemenpora dan Kementerian Keuangan. Melalui skema dukungan 100 insan keolahragaan per tahun melalui LPDP," ucap Karmila.
Ke depannya, ia mengharapkan, sinergi lintas kementerian/lembaga ini mampu mencetak atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di pertandingan. Tetapi juga, memiliki bekal pendidikan tinggi yang memadai untuk masa depan mereka.
“Penambahan manfaat beasiswa yang tidak hanya mencakup biaya pendidikan dan uang saku. Tetapi juga biaya pelatihan serta pertandingan,” ujar Karmila.
Sebelumnya, Kemdiktisaintek mendukung talenta muda dalam mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas melalui beasiswa. Hal ini disampaikan Mendiktisaintek, Brian Yuliarto saat menerima audiensi Menpora, Erick Thohir, di kantor Kemdiktisaintek, Kamis, 19 Februari 2026.
“Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal. Maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh,” kata Menteri Brian.
Pertemuan ini, kata Menteri Brian, turut membahas integrasi data atlet nasional. Hal ini, sebagai dasar perumusan kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran.
“Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet. Dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” ucap Menteri Brian.
Sementara, Menteri Erick memaparkan, kebutuhan penguatan skema beasiswa bagi atlet, khususnya mereka yang tengah menjalani pembinaan prestasi. Maupun yang telah mengharumkan nama bangsa.
Skema ini diharapkan tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetisi berakhir. “Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” kata Menteri Erick.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....