Bapanas Pastikan Stok Pangan Lombok Tengah Aman

  • 25 Feb 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan di Lombok Tengah dalam kondisi aman. Pembenahan distribusi cabai rawit merah menjadi fokus pengendalian harga.

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengatakan stok komoditas strategis tersedia. Harga mayoritas mengacu pada Harga Acuan Penjualan dan Harga Eceran Tertinggi.

“Secara umum stok aman. Beras, gula pasir, minyak goreng, bawang, dan telur tersedia,” ucapnya saat pemantauan di Pasar Renteng, Selasa 24 Februari 2026.

Beras premium tercatat Rp14.700 per kilogram dan gula pasir Rp17.500 per kilogram. MinyaKita dijual Rp15.700 per liter dan telur ayam ras Rp30.000 per kilogram.

Namun cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram. Daging ayam ras juga masih di kisaran Rp45.000 per kilogram.

Rinna mengatakan kenaikan harga cabai dipicu terbatasnya pasokan akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut menghambat panen di sejumlah sentra produksi.

“Curah hujan tinggi membuat petani kesulitan panen sehingga pasokan terbatas,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah menilai distribusi cabai perlu dibenahi. Produksi daerah dinilai belum langsung memenuhi pasar lokal.

“Kami mendapat fakta bahwa produksi cabai di Lombok Tengah tidak langsung dipasarkan di wilayah ini, tetapi berputar terlebih dahulu ke daerah lain. Ini yang menjadi perhatian kami di DPRD untuk segera direkomendasikan kepada dinas terkait agar distribusi diperbaiki,” katanya.

Produksi cabai Lombok Tengah mencapai sekitar 82 kuintal setiap tiga hari masa panen. Jumlah tersebut dinilai cukup jika distribusi lebih efektif.

Untuk komoditas daging ayam, pemerintah menetapkan harga maksimal Rp40.000 per kilogram. Pasokan diharapkan segera bertambah agar harga kembali stabil.

Bapanas mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Pengawasan terhadap penjualan di atas ketentuan dan penimbunan akan diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....