Adopsi AI 92 persen, Jadikan Pilar Produktivitas Nasional

  • 24 Feb 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempertegas adopsi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dalam berbagai sektor pelayanan publik. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas nasional, penciptaan nilai ekonomi, dan penguatan daya saing bangsa.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dalam acara kelulusan program Google for Startups Accelerator. Program itu merupakan kerja sama antara pemerintah dengan mitra global untuk mempercepat proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan talenta digital Indonesia

Namun dinilai Menkomdigi, dalam realisasi adopsi AI yang mencapai 92 persen, masih minim. Untuk itu ia mendorong peningkatan adopsi AI oleh para startup baru.

“Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim. Inilah mengapa hari ini kita berbahagia melihat kelahiran dari startup-startup baru,” kata Meutya di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Lebih lanjut diungkapkan Menkomdigi, program Google for Startups Accelerator telah meluluskan 63 stratup. Ia merincikan sejumlah startup itu terdiri dari 43 startup tahap awal (early stage) dan 20 startup Series A.

Bahkan tidak hanya itu, dalam perkembangan startup Kemkomdigi mencatatkan sebanyak ribuan perusahaan rintisan yang aktif di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam satu tahun pertama sejak peluncurannya melalui kerjasama yang dilakukan Kemkomdigi dan Google Indonesia.

“Bahkan dilaporkan ada 2.500 startup aktif di Indonesia yang sudah berkontribusi langsung untuk memberikan nilai ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa startup merupakan motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....