Alumni LPDP Imbau Tahan Diri dan Jaga Empati
- 25 Feb 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta- Organisasi alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Mata Garuda LPDP mengimbau, penerima beasiswa agar menahan diri dan berempati. Imbauan tersebut menanggapi polemik atas pernyataan alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas tentang konten ‘Bangga anak jadi WNA’.
Chief of PR & Communications Mata Garuda LPDP, Irwan Saputra mengatakan, setiap WNI termasuk penerima LPDP memiliki keinginan untuk mengabdi. Diketahui Mata Garuda merupakan organisasi resmi alumni LPDP.
“Saya imbau untuk menahan diri dan lebih berempati karena mendapatkan LPDP suatu capaian yang luar biasa. Kita WNI punya niat baik untuk mengabdi, dengan cara kita masing-masing tanpa gontok-gontokan seperti yang terjadi,” kata Irwan kepada RRI.CO.ID, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, tidak ada gunanya untuk merendahkan orang lain karena justru akan merugikan sebagai bangsa Indonesia. Ia meminta, alumni atau penerima beasiswa LPDP untuk menjalankan kewajibannya melalui pengabdian di masyarakat.
Pengabdian merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban kepada rakyat Indonesia karena biaya untuk beasiswa berasal dari pajak rakyat. Menurutnya, pengabdian dapat dilakukan dengan berbagai jenis profesi dan bentuk lainnya.
“Menjadi dosen, guru, pekerja itu kontribusi yang harus direalisasikan, saya berharap awardee dapat melakukan itu dengan ukuran masing-masing. Dana tersebut dari pajak rakyat Indonesia, itu amanah dan harus kita kontribusikan ke negara apapun bentuknya,”ujarnya.
Baginya pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan di Indonesia atau luar negeri. Ia mencontohkan, pengabdian di luar negeri dengan bekerja, selain menghasilkan devisa untuk negara, juga meningkatkan kemampuan dibidang teknologi yang dapat diterapkan di Tanah Air.
“Kontribusi dapat dilakukan di dalam dan luar negeri dengan mengharumkan bangsa, bekerja di luar negeri berkontribusi untuk negara. Minimal mengirim uang ke keluarga di dalam negeri dan itu menciptakan capital inflow, transfer knowledge dan pulang kita terapkan,”katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Prof Suahasil Nazara mengingatkan, penerima beasiswa LPDP. Uang yang digunakan untuk kuliah berasal dari dari pajak rakyat Indonesia yang dikelola dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Para penerima beasiswa LPDP menggunakan uang rakyat Indonesia yang dikumpulkan dari pajak, diambil kita kumpulkan dari pajak. Setiap tahun kita kumpulkan pajak masuk APBN, sebagian kita sisihkan sehingga jadi dana abadi dan kita pakai untuk beasiswa,” kata Prof Suahasil.
Oleh sebab itu, ia meminta agar penerima beasiswa LPDP untuk menghormati rakyat Indonesia dan tidak bikin gaduh. Pendidikan penerima beasiswa LPDP dibiayai langsung oleh rakyat Indonesia.
“Jadi itu uang rakyat , hormati rakyat Indonesia ketika menerima beasiswa LPDP. Itu uang rakyat, uang kita bersama sehingga kalau menerima uang itu, hormati rakyat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....