IAI Dukung Program Gentengisasi Dorong Hunian Sehat
- 24 Feb 2026 21:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, mendukung program Gentengisasi yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Program ini menjadi langkah awal penataan kawasan padat sekaligus perbaikan rumah tidak layak huni.
Teguh menegaskan pendekatan yang dilakukan bukan membangun hunian vertikal di kawasan Menteng Tenggulun tersebut. Perbaikan difokuskan pada peningkatan kualitas rumah agar lebih sehat dan nyaman dihuni warga.
Menurutnya, aspek utama yang dibenahi meliputi sanitasi, penghawaan, pencahayaan alami, dan kondisi atap. Sanitasi menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesehatan penghuni setiap rumah.
Ia menambahkan, atap yang masih dalam kondisi baik tidak akan diganti. Namun atap yang rusak atau bocor akan diperbaiki sesuai kebutuhan lapangan.
"Prinsipnya bukan jadi seperti bangunan vertikal, tetapi rumahnya kita perbaiki. Karena kita lihat disini yang pertama kita perbaikin adalah sanitasi, penghawaan, pencahayaan, beberapa atap yang sudah rusak, terakhir pasti penampilan," ujar Teguh saat meninjau kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Februari 2026.
IAI Jakarta menerjunkan lebih dari 50 arsitek untuk merancang renovasi secara pro bono. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung penguatan UMKM warga setempat.
Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong nilai ekonomi kawasan. Ia menargetkan sebanyak 52 rumah akan direnovasi, termasuk 23 rumah di antaranya merupakan pelaku UMKM.
“Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan,” kata Sri.
Selain memperbaiki rumah warga, penataan juga mencakup perbaikan lorong kawasan secara menyeluruh. Program ini turut diarahkan pada pembentukan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM setempat.
Kawasan Menteng Tenggulun yang dikenal sebagai wilayah padat di tengah area elite Menteng akan dijadikan proyek percontohan. Konsep ‘Kampung Gotong Royong’ diusung dengan menekankan hunian sehat serta pertumbuhan ekonomi warga.
“Untuk pembiayaan, program Pak Prabowo dan Pak Menteri adalah Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat. Jadi pembiayaan untuk renovasi rumah maupun nanti penataan lorong itu menggunakan dana dari CSR,” ujarnya.
Sri menambahkan, kolaborasi juga dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, serta sektor perbankan. “Ada beberapa Ladies Banker yang nanti juga akan mendampingi UMKM yang ada sehingga nanti lebih kreatif, literasi keuangan dan sebagainya,” ucapnya.
Ia menambahkan total kebutuhan anggaran program ini masih dalam tahap perhitungan, dengan estimasi awal sekitar Rp5 miliar dari dana CSR. Sri juga menyebut pelaksanaan fisik penataan kawasan akan dimulai setelah Lebaran 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....