Polemik Penerima Beasiswa LPDP, Komisi X DPR Ingatkan Kontribusi Dana Publik
- 24 Feb 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai, polemik penerima beasiswa LPDP harus disikapi dengan kepala dingin. Terlebih, LPDP merupakan instrumen strategis negara untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Hetifah meminta, para penerima beasiswa LPDP agar kembali ke Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa. Para penerima beasiswa LPDP, lanjutnya, jangan justru membuat narasi yang terkesan menjauh dari semangat ke-indonesiaan, karena bisa memunculkan kekecewaan
"Dana yang digunakan berasal dari dana publik. Sehingga, secara moral dan politik ada ekspektasi kuat dari masyarakat agar para penerimanya memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh," kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
"Viralnya pernyataan tersebut tentu menimbulkan sensitivitas publik. Ini harus dipahami sebagai alarm sosial, bukan semata-mata serangan personal," ucap Hetifah.
Hetifah menuturkan, persoalan status kewarganegaraan anak adalah ranah keluarga dan hak personal. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia hanya perlu fokus terkait penerima beasiswa sudah memenuhi seluruh kewajiban kontraktualnya atau belum.
"Di situlah titik akuntabilitasnya, ke depan, yang perlu diperkuat bukan sekadar penambahan aturan yang reaktif. Melainkan penguatan pembinaan nilai kebangsaan, pengawasan kewajiban pascastudi, serta transparansi kontribusi alumni kepada publik," ujar Hetifah.
Sebelumnya, video viral diunggah oleh seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya.
Isi paket itu, adalah selembar surat dari 'Home Office' Inggris. Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris.
Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut. "Ini paket bukan sembarang paket, isinya dokumen penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," ujarnya.
"Ini adalah surat dari Home Office Inggris. Menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," sambungnya.
Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan," katanya.
Penerima beasiswa LPDP inisial DS pun meminta maaf. Permintaan maaf terbuka itu disampaikan lewat akun Instagramnya @sasetyaningtyas.
Ia mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf Jumat,, 20 Februari 2026. Ia menyebut pernyataan tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....