Waduk Giant Sea Wall Diproyeksi Jadi Sumber Air Baku

  • 24 Feb 2026 11:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menyebut nantinya air dari waduk retensi Giant Sea Wall (GSW) dapat dimanfaatkan sebagai air baku bagi masyarakat. Pemanfaatannya akan diatur pemerintah daerah di sepanjang Pantai Utara Jawa.

"Waduk retensi gunanya untuk bisa menjadi air tawar ke depannya," ucap Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf dalam Media Briefing di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Ia mengatakan pengelolaan distribusi air tidak berada di bawah kewenangan BOPPJ. Namun waduk tersebut disarankan menjadi sumber air bersih bagi penduduk pesisir.

"Tapi saya menyarankan bahwa waduk retensi yang kami buat itu dapat bermanfaat untuk digunakan sebagai air baku, air bersih bagi penduduk," katanya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan proyek tanggul laut raksasa akan melindungi sekitar 50 juta penduduk Pantura. Infrastruktur sepanjang 535 kilometer itu menjadi solusi menghadapi kenaikan muka laut sekitar lima sentimeter per tahun.

Menurut Presiden, ancaman perubahan iklim sudah di depan mata. Selain melindungi permukiman, proyek tersebut menjaga 60 persen kawasan industri nasional yang berada di Pantura.

Lahan sawah produktif sebagai lumbung pangan juga terancam jika tanggul laut tidak segera dibangun. Karena itu proyek Giant Sea Wall ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional.

Sejumlah fase pembangunan akan ditawarkan melalui skema kerja sama pendanaan. Pemerintah memprioritaskan pembiayaan dengan pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Proyek yang telah masuk perencanaan sejak 1995 itu diperkirakan membutuhkan biaya sedikitnya 80 miliar dolar AS. Pembangunannya dirancang berkelanjutan meski terjadi pergantian kepemimpinan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....