Saraswati Fellowship Memperkuat Fondasi Pemimpin Perempuan
- 23 Feb 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kesenjangan gender pada aspek politik dan ekonomi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menilai, 'Saraswati Fellowship' memperkuat kepemimpinan perempuan menjadi kunci strategis mempersempit jurang tersebut secara berkelanjutan.
Dalam acara wisuda 'Saraswati Fellowship' tersebut, Retno menyoroti data World Economic Forum terkait dengan Gender Gap Index global terbaru. Menurutnya, kesenjangan pendidikan dan kesehatan hampir tertutup, tetapi tantangan struktural belum sepenuhnya teratasi.
“Sangat baik ya Saraswati Fellowship karena ini mempersiapkan para pemimpin perempuan masa depan. Program ini menjadi langkah konkret memperkuat fondasi kepemimpinan perempuan Indonesia,” ujarnya dalam acara wisuda Saraswati Fellowship di Museum Nasional, Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan persoalan utama kini terletak pada partisipasi ekonomi dan politik. Menurut dia, ruang pengambilan keputusan strategis masih belum sepenuhnya inklusif bagi perempuan.
“Pada saat kita melihat Economic Participation dan Political Empowerment, gap-nya masih cukup besar. Terutama pada aspek Political Empowerment yang perlu perhatian serius dari semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Retno menegaskan akses pendidikan setara belum otomatis membawa perempuan menembus posisi strategis. Menurutnya, dukungan sistem dan kebijakan afirmatif tetap dibutuhkan secara konsisten.
“Pada saat perempuan sudah mendapat akses pendidikan setara belum tentu dapat melangkah lebih lanjut. Kita perlu memastikan dukungan agar mereka bisa mencapai posisi strategis dan berpengaruh,” tuturnya.
Ia meyakini keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan nasional akan memperkaya kualitas kebijakan publik. Keputusan yang dihasilkan, kata dia, cenderung lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Jika perempuan ikut membuat keputusan, hasilnya akan lebih baik untuk semua pihak. Kepemimpinan perempuan memberi perspektif berbeda bagi kemajuan bangsa dan generasi mendatang,” ujarnya.
| Baca juga: HKD 2026: Generasi Muda Butuh Dukungan Nyata |
Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi turut mengapresiasi Program Saraswati Fellowship. Ia menilai program tersebut membuka akses konkret bagi perempuan menuju kepemimpinan strategis nasional.
“Saya tentu mengapresiasi luar biasa ide Saraswati Fellowship yang memberi akses bagi perempuan. Perempuan bisa mencapai level lebih tinggi sebagai pemimpin, bukan sekadar pekerja biasa,” ucapnya.
Sebagai informasi, 'Saraswati Fellowship' batch I adalah sebanyak wisuda 30 perempuan. Program ini menjadi bagian upaya berkelanjutan memperkuat ekosistem kepemimpinan perempuan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....