KAI Investigasi Kerusakan Kereta Bandara Soetta Pascainsiden
- 23 Feb 2026 06:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan investigasi kerusakan rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Commuter Line Basoetta) 806A. Alhasil, kereta yang bertabrakan dengan truk pengangkut sekoci diperlintasan Stasiun Poris, Tangerang tidak dapat dioperasikan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan rangkaian KA Bandara yang mengalami kecelakaan, saat ini masih dalam proses investigasi dampak kerusakannya. Apakah akan diperbaiki atau membutuhkan pergantian trainset baru, akan menunggu hasil investigasi.
Terkait perkiraan kapan hasil investigasi tersebut akan rampung, Karina belum dapat menyampaikannya karena tergantung tingkat keparahan kerusakan. “Untuk proses investigasi akan bergantung pada tingkat severitas dari kerusakan kereta,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Karina menyampaikan, melihat kondisi kereta yang menabrak truk pada Jumat lalu, terpantau bagian depan kereta tampak hancur di sisi kanan. Sebagian badan penyok berat dan kaca jendela rangkaian pecah.
Kendati demikian, Karina mengaku, saat ini jadwal operasional KA Bandara berjalan normal dengan 70 perjalanan per hari. “Tidak ada penyesuaian jadwal, tidak terganggu,” ucapnya.
Diketahui, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari membeberkan kronologis insiden Kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan truk diwilayahnya. Peristiwa ini menyababkan, rekayasa lalu lintaspun diberlakukan untuk mengurai kemacetan saat proses evakuasi.
"Pada Jum'at 20 Februari 2026, sekiranya pukul 06.05 WIB telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara kereta api komputer. Kejadiannya dari stasiun Manggarai, Jakarta ke arah stasiun Bandara Soetta," ujar Kapolres Metro Tangerang, 20 Februari 2026.
Ia mengatakan, kereta bertabrakan dengan sebuah mobil kontainer di pintu palang kereta api Stasiun Poris. "Di mana mobil kontainer dalam arah Cipondoh mengarah ke Daan Mogot, pada saat pintu lintasan kereta api bergerak mobil tersebut memaksa masuk," katanya, menceritakan kronologis.
Namun nahas, meski kepala mobil telah melintasi rel kereta, namun badan mobil masih tertinggal dan melintang halangi laju kereta. "Mobil masuk ke kereta api yang mana kepala mobil sudah melalui rem kereta, namun masih tertinggal badan kontainer sehingga tidak sempat semuanya melaju," kata Jauhari.
Hal ini menyebabkan badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api. Hujan yang mengguyur sejak pagi menjadi kendala dalam proses evakuasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....