Tanggal 22 Februari Diperingati Hari Istiqlal, Ini Sejarahnya

  • 22 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap 22 Februari, masyarakat Indonesia memperingati Hari Istiqlal sebagai penanda berdirinya Masjid Istiqlal. Peringatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa.

Masjid Istiqlal yang terletak di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Jakarta Pusat, resmi diresmikan pada 22 Februari 1978. Peresmian tersebut dilakukan Presiden Soeharto setelah proses pembangunan yang memakan waktu panjang.

Namun jauh sebelum diresmikan, gagasan pembangunan masjid nasional sudah muncul sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia. Ide ini lahir dari keinginan menghadirkan rumah ibadah yang merepresentasikan kebesaran bangsa merdeka.

Pada 1953, Menteri Agama RI pertama KH. Wahid Hasyim bersama sejumlah tokoh Islam mengusulkan pembentukan yayasan pembangunan masjid. Usulan tersebut kemudian diwujudkan melalui pendirian Yayasan Masjid Istiqlal pada 7 Desember 1954.

Setelah yayasan terbentuk, rencana pembangunan disampaikan kepada Presiden Ir. Soekarno. Presiden Soekarno menyambut hangat gagasan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan masjid nasional.

Meski demikian, penentuan lokasi pembangunan sempat memicu perdebatan panjang. Presiden Soekarno akhirnya memilih lahan bekas benteng Belanda yang berada berseberangan dengan Gereja Katedral.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, karena dimaksudkan sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Penempatan dua rumah ibadah besar yang berdampingan menjadi pesan kuat tentang toleransi di Indonesia.

Tahap pembangunan resmi dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada 24 Agustus 1961. Momentum itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan disaksikan ribuan umat Islam.

Rancangan masjid dibuat oleh arsitek Friedrich Silaban yang berkeyakinan Kristen Protestan. Karyanya yang berjudul “Ketuhanan” terpilih melalui sayembara rancang bangun pada 1955.

Pembangunan sempat tersendat akibat situasi politik nasional yang kurang stabil. Sejak 1950 hingga 1965, progres pembangunan tidak mengalami kemajuan berarti.

Baru pada 1966, Menteri Agama KH. Muhammad Dahlan kembali mempelopori kelanjutan proyek tersebut. Setelah melewati berbagai tahapan, Masjid Istiqlal akhirnya rampung dan diresmikan pada 22 Februari 1978.

Sejak saat itu, setiap tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Istiqlal. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa masjid tersebut bukan hanya tempat ibadah, melainkan simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....