Was-Was Keselamatan TNI, DPR Ingatkan Pengiriman Ribuan Prajurit Bukan Hal Sepele
- 22 Feb 2026 06:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi I DPR RI merespons, ditunjuknya Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional/International Stabilization Force (ISF) Gaza, Palestina. Pasukan ISF ini, merupakan gabungan dari negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal menegaskan, pengiriman ribuan prajurit TNI ke Gaza bukanlah hal sepele. Terutama, wilayah tersebut merupakan daerah konflik yang berpotensi membahayakan nyawa prajurit TNI.
“Pengiriman pasukan ke Gaza membutuhkan kesiapan khusus, baik dari sisi strategi, perlengkapan, hingga mitigasi risiko. Potensi gesekan dengan pasukan perlawanan di Gaza sangat besar dan tidak bisa dianggap ringan,” kata pria yang akrab disapa Deng Ical ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
Politikus PKB ini mengingatkan, keputusan sebesar ini seharusnya diselesaikan melalui pembahasan matang dan transparan. Oleh karenanya, Komisi I DPR RI perlu menggelar pertemuan khusus dengan Kementerian Pertahanan guna membahas secara detail.
“Pertemuan ini penting agar publik mengetahui secara jelas tujuan, mandat, aturan pelibatan, serta skema perlindungan bagi prajurit kita. Jangan sampai ada keputusan strategis yang minim penjelasan kepada rakyat,” ucap Deng Ical.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti, pernyataan Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers. Jasper menyebutkan, pasukan ISF akan dikerahkan ke lima sektor, dengan masing-masing sektor ditempatkan satu brigade.
Dalam jangka pendek, pasukan akan difokuskan ke sektor Rafah bersamaan dengan pelaksanaan pelatihan kepolisian. Sementara, dalam jangka panjang, ISF menargetkan pembentukan 12.000 personel kepolisian serta 20.000 tentara ISF.
“Kalau melihat rencana itu, ISF akan betul-betul menguasai dan mengendalikan Gaza. Pertanyaannya, di mana kedaulatan rakyat Gaza? Apakah ini bukan bentuk penjajahan baru?,” ujar Deng Ical.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia. Khususnya, mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo di hadapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Yakni, dalam Inaugural Meeting of Board of Peace, di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.
Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia siap mengirimkan hingga 8.000 pasukan TNI untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian internasional. Semua itu, demi mewujudkan pencapaian gencatan senjata di Gaza.
"Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International International Stabilization Force. Guna memastikan perdamaian ini berhasil, terima kasih banyak,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menekankan, Indonesia sejak awal telah mempelajari dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana perdamaian yang ada. Serta, berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya tersebut.
Prabowo juga menegaskan, niat inti Indonesia bergabung dengan Board of Peace yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus digaungkan kepada negara-negara di dunia.
“Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya, kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis,” ucap Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....