Pemerintah Dorong Kawasan Transmigrasi Menjadi Sentra Pertumbuhan UMKM

  • 21 Feb 2026 19:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Pemerintah melalui Kementerian Transmigasi mendorong 154 kawasan transmigrasi menjadi sentra pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menyebut sejumlah daerah menunjukan berbagai produk unggulan UMKM, ketika kepala daerah mengunjunginya.

Wamen Viva menyatakan, produk unggulan UMKM diolah dan dibuat oleh pelaku usaha dari kawasan transmigrasi. Menurutnya, produk UMKM tersebut dibuat dengan bahan yang dipetik dari lahan kawasan transmigrasi yang dimiliki.

“Produk unggulan dalam bentuk kemasan itu seperti kopi, coklat, dodol, keripik, madu, batik, sarung. Serta kerajinan tangan dari bambu, dan berbagai macam kreasi lainnya," kata Wamen Viva dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Sabtu 21 Februari 2026.

Wamen Viva menjelaskan, banyaknya produk UMKM dari kawasan transmigrasi yang menunjukan kawasan ini sebagai sentra tanaman pangan. Selain itu, juga sebagai sentra perkebunan, dan perikanan namun juga potensi besar tumbuh sebagai sentra UMKM.

Antusias kabupaten yang memiliki wilayah transmigrasi untuk mengembangkan produk UMKM. Hal tersebut perlu difasilitasi dan disinergikan dengan kementerian terkait dan pihak swasta.

Langkah untuk mengembangkan dan memasarkan produk-produk UMKM dengan berbagai cara, salah satunya melalui Inacraft 2026. Kementrans memamerkan produk kerajinan dan industri kreatif yang diproduksi oleh pelaku UMKM dari kawasan transmigrasi.

“Acara ini mengubah persepsi masyarakat bahwa transmigrasi tidak hanya sekadar memindahkan penduduk. Namun di sana juga ada kreatifitas untuk mengolah berbagai hasil dari lahan transmigrasi”, ucapnya.

Selain aktif mengikuti berbagai pameran, dalam mendorong pertumbuhan UMKM, Kementrans bersepakat dengan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali. Kerja sama dengan pusat oleh-oleh yang tersebar di berbagai kawasan wisata di Bali diakui Wamen Viva sangat strategis.

“Toko Krisna Bali memiliki 34 outlet yang tersebar di berbagai tempat di Bali dan Yogyakarta. Satu Outlet dalam sehari bisa didatangi pengunjung hingga 5.000 orang," ujarnya.

Wamen Viva optimis dengan sinergi dengan berbagai pihak, pertumbuhan UMKM dari kawasan transmigrasi akan cepat berkembang dan meningkat. Sehingga kawasan transmigrasi juga diharapkan akan menjelma sebagai sentra produk UMKM.

Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi (Dit. P3UT) Ditjen PEMT, Widarjanto, menyampaikan keberhasilan stan Kementrans. Capaian tersebut tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari tingginya interaksi dan peluang jejaring yang terbangun.

“Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas. Dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial. Ini bagian dari strategi memperkuat daya saing produk,” tutup Widarjanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....