KPAI Soroti Kasus Anak Dipaksa Minum Air Panas di Sukabumi
- 21 Feb 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas kasus anak diduga dipaksa meminum air panas oleh ibu tiri di Sukabumi. KPAI menilai tindakan tersebut telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.
“KPAI turut prihatin masih terjadi filisida atau pembunuhan anak oleh orang tua. Dalam UU Perlindungan Anak jelas bahwa orang tua dan keluarga seharusnya memberikan perlindungan pada anak, namun yang terjadi ternyata anak sejak lama mengalami kekerasan,” kata Diyah Puspitarini saat dikonfirmasi, Sabtu, 21 Februari 2026.
Diyah menegaskan korban wajib memperoleh perlindungan hukum serta penanganan cepat dan komprehensif sesuai Pasal 59A UU Perlindungan Anak. KPAI telah mengambil langkah koordinatif untuk mengawal kasus tersebut agar penanganannya berjalan optimal.
“Kami meminta proses penanganan cepat, perlindungan hukum bagi anak, serta hukuman pelaku ditambah sepertiga dari tuntutan maksimal. Kami sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA juga,” ujarnya.
KPAI mendorong seluruh pihak memastikan setiap anak memperoleh perlindungan maksimal. Hal ini dilakukan untuk mencegah berulangnya kekerasan dalam lingkungan keluarga.
Diketahui, seorang remaja laki-laki NS (12) asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi tewas diduga dianiaya ibu tiri. Bocah tersebut meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam hingga bakar di tubuhnya.
Tangis ayah NS, Anwar Satibi (38) pecah saat mengingat kondisi putranya. Anwar tak kuasa menahan emosi ketika menceritakan detik-detik ia mendapati anaknya dalam kondisi mengenaskan.
“Saya pulang dari Kota Sukabumi seperti itu, sudah sakit. Faktanya pas saya ke Kota Sukabumi anak sehat, baik-baik saja,” kata Anwar.
Anwar mengungkapkan sehari-hari NS tinggal di pesantren dan tengah libur pulang untuk persiapan berpuasa bersama keluarga. Ia mengaku meninggalkan anaknya selama dua hari dua malam karena bekerja memasang gigi di Kota Sukabumi.
“Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....