Indonesia Buka Peluang Luas Pengelolaan Mineral Kritikal ke Amerika Serikat
- 21 Feb 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia membuka peluang seluas-luasnya bagi pengusaha Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan mineral kritikan dalam negeri. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Washington D.C., Jumat, 20 Februari 2026.
Peluang dalam pengembangan mineral kritikal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS. Dimana dalam kesepakatan ini, Bahlil menyebut bahwa pemerintah akan memprioritaskan para pengusaha AS untuk masuk ke Indonesia.
"Untuk mineral kritikal seperti nikel, logam tanah jarang, dan mineral lainnya, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat untuk melakukan investasi," kata Bahlil dalam konferensi pers penjelasan implementasi teknis perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS, Jakarta, Sabtu 21 Februari 2026.
Bahkan diungkapkannya, prioritas tersebut juga akan mencakupi dukungan dalam fasilitas pembangunan smelter. Meski demikian Bahlil menuturkan bahwa hal tersebut bukan untuk memberikan kegiatan ekspor bahan mentah kepada perusahaan AS.
"Jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah, nggak. Yang dimaksudkan disini adalah, mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa di ekspor," ujarnya.
Kendati demikian Menteri ESDM menegaskan bahwa dalam proses pelaksanaannya, para pengusaha asal Amerika Serikat haru mematuhi ketentuan aturan yang berlaku di Indonesia. Hal ini diharapkannya dapat menjaga hubungan baik kemitraaan strategis Indonesia-AS dalam sektor pengelolaan mineral kritikal pertambangan.
"Tetap menghormati aturan yang berlaku di negara kita. Karena kita juga harus membangun, menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini," imbuh Menteri ESDM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....