Badan Geologi Minta Masyarakat Tak Mendekati Mud Volcano Grobogan
- 21 Feb 2026 08:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, Hadi Wijaya, meminta masyarakat tidak mendekati gunung lumpur ( mud volcano) yang ada di Grobogan Jawa Tengah. Pasalnya, kata dia, ada material berbahaya yang keluar dari mud volcano tersebut, seperti gas hidrogen sulfida, dan karbondioksida
“Gas yang dikeluarkan oleh semburan lumpur panas dapat membahayakan keselamatan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Oleh karena itu, masyarakat seperti petani yang bercocok tanam di sekitar lokasi dan pengunjung yang biasanya selfi tak mendekati dalam radius 5 km,” katanya dalam perbicangan dengan RRI Pro 3, Sabtu (21/2/2026).
Gas yang dikeluarkan bersamaan dengan semburan lumpur, ujar Hadi, dapat menyebabkan iritasi pada mata, dan tenggorokan. “Serta dapat menyebabkan sesak nafas, pusing,” katanya.
Dia mengatakan, berdasarkan pantaun dan evaluasi terakhir Badan Geologi pada 2024, mud volcano tersebut telah memiliki ketinggian 25 meter. Hingga kini, sebut Hadi, pihaknya masih menunggu permintaan dari Pemda Grobogan untuk melakukan kembali peninjauan dan evaluasi.
“Kemunculan gundukan tersebut memang ada indikasi terkait gempa berkekuatan M 6,5 pada 22 Maret 2024. Pembentukannya disebabkan natural gas yang naik ke permukaan ketika menemukan sesar mendatar yang tegak (konduit) dan membawa lumpur dengan densitas lebih ringan dari sedimen di sekitarnya,” ucapnya.
Ia mengatakan, gempa yang terjadi menyebabkan migrasi hidrokarbon maupun lumpur yang lebih aktif karena rekahan atau patahan akibat gempa dangkal. “Hal ini mendorong lumpur panas keluar dengan kekuatan besar menyerupai gunung api atau biasa disebut sebagai mud volcano,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah daerah mengambil langkah-langkah mitigasi, termasuk membuat batas areal yang tidak boleh didekati. Termasuk, katanya, ada larangan keras bagi siapa saja yang coba naik ke mud volcano tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....