Indonesia Timur Vital bagi Stabilitas Keamanan Nasional

  • 20 Feb 2026 16:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolonel Infantri Nuryakin menegaskan wilayah Indonesia Timur memiliki arti sangat strategis dalam stabilitas keamanan nasional. Ia menyebut kawasan tersebut krusial karena berbatasan langsung dengan negara tetangga di kawasan Indo-Pasifik.

“Wilayah Indonesia Timur ini termasuk salah satu bagian wilayah Indonesia yang sangat krusial, penting. Karena beberapa pertimbangan, yang pertama bahwa wilayah Indonesia Timur itu berbatasan langsung dengan negara tetangga khususnya yang ada di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Kolonel Infantri Nuryakin Perwira Pembantu I / Rencana Program dan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Srena Kogabwilhan-III saat berdialog dengan Pro 3 RRI dalam siaran ‘TNI MENYAPA’, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menegaskan, pentingnya kawasan itu juga dikaitkan dengan aturan dasar mengenai TNI. Dalam undang-undang disebutkan pengarahan dan penggunaan kekuatan militer berada di bawah kendali presiden langsung.

Nuryakin menambahkan kebijakan serta strategi pertahanan dan perencanaan strategis berada dalam koordinasi Menteri Pertahanan. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menurutnya, Indonesia Timur termasuk wilayah yang sangat vital dalam konteks keamanan nasional. Ia menyatakan apabila Indonesia Timur aman maka Indonesia secara keseluruhan dapat berada dalam kondisi aman.

“Dianggap bahwa Indonesia Timur itu begitu vital, terkait dengan keamanan nasional. Sehingga ketika Indonesia Timur itu aman maka bisa dimungkinkan Indonesia secara keseluruhan akan aman,” katanya.

Sebagai komando utama operasi di bawah Panglima TNI, Kogabwilhan III menjadi kepanjangan tangan Panglima. Ia bertugas mengkoordinasikan dan mengendalikan operasi yang berlangsung di wilayah Indonesia Timur.

Nuryakin menegaskan Kogabwilhan III menjadi penindak awal apabila terjadi kontingensi di wilayah tersebut. Baik operasi militer dari luar maupun gangguan dalam negeri menjadi bagian tugas pokoknya.

Ia menambahkan Pangkogabwilhan III menyusun rencana kampanye militer dan rencana kontingensi sesuai kebutuhan penugasan. Seluruh pelaksanaan operasi militer, baik perang maupun selain perang, tetap dilaporkan kepada Panglima TNI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....