BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Badai Ekstrem Musim Barat

  • 20 Feb 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menilai bahwa badai ekstrem musim barat berpotensi buruk untuk nelayan. Ia menjelaskan bahwa periode angin kencang itu lebih dominan dan dapat memicu gelombang tinggi.

"Fase baratan ini anginnya bergerak bergerak dari arah barat laut menuju ke tenggara dan timur. Ini kerap kali membangkitkan gelombang tinggi, sehingga berdampak pada kesehatan para nelayan di perairan tersebut," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 20 Februari 2026.

Pihaknya secara rutin memperbarui informasi dan meningkatkan peringatan dini, khususnya untuk wilayah perairan yang dinilai kurang kondusif. Langkah ini dilakukan agar nelayan dapat mempertimbangkan risiko sebelum melaut.

Lebih lanjut, ia menegaskan BMKG tidak bekerja sendiri. Dalam menyampaikan informasi peringatan dini, BMKG berkolaborasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan, termasuk pelabuhan perikanan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan perikanan. Tugas mereka turut menyampaikan informasi cuaca yang kami keluarkan kepada masyarakat nelayan," ucapnya.

Ia juga membina komunitas nelayan melalui program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Hingga kini, tercatat lebih dari 16 ribu alumni yang tersebar di berbagai daerah dan siap membantu meneruskan informasi peringatan dini.

Ia mengimbau para nelayan untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan tidak memaksakan diri melaut. Aabila kondisi perairan dinyatakan berbahaya.

Sementara itu, belum lama ini Seorang nelayan asal Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia. Korban bernama Oki Dimas Pebriyanto (25) ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan utara Juwana, Jumat, 23 Januari 2026.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melakukan pencarian mandiri di laut.

"Korban ditemukan oleh nelayan sekitar. Yang sejak pagi melakukan pencarian bersama sekitar 20 perahu. Korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....