Pemerintah Rampungkan Pembangunan Puluhan Rumah di Aceh Utara

  • 20 Feb 2026 00:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam). telah merampungkan pembangunan 39 rumah. Dari 104 unit rumah yang ditargetkan dibangun di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara pasca-bencana banjir.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memastikan pembangunan rumah itu

berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, saya memantau langsung proses pembangunan rumah ini berjalan lancar, mulai dari bongkar material di Pelabuhan Belawan hingga tiba di Kuala Cangkoy dan dikerjakan dengan aman. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan akhir Maret 2026,” kata Menko Polkam, Kamis,19 Februari 2026. Dalam siaran persnya.

Djamari berharap masyarakat dapat segera menempati rumah tersebut. Karena telah memasuki bulan suci Ramadan. Sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman, termasuk memanfaatkan masjid yang turut dibangun dalam kawasan tersebut.

“Semoga rumah-rumah berikutnya segera selesai agar masyarakat memperoleh hunian tetap (huntap) yang layak,” katanya.

Menko Djamari menyampaikan, Hunian tetap (huntap) ini sebagai bentuk kontribusi Kemenko Polkam. Yang bekerja sama dengan Bupati Aceh Utara serta pihak-pihak lain yang membantu.

"Semoga segera bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir yang lalu. Memberi harapan dan segera bangkit menatap masa depan," katanya.

Apalagi, pembangunan rumah tersebut berkat dukungan jajaran TNI di wilayah tersebut. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menegaskan bahwa Korem bersama Polresta Aceh Utara mendukung sepenuhnya program ini.

“Kami memastikan seluruh proses, mulai dari distribusi material hingga penyelesaian pembangunan, berjalan aman dan lancar. Ini bagian dari komitmen kami membantu masyarakat bangkit dari bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengambil langkah konkret. Untuk mempercepat pembangunannta. Pemkab menyediakan lahan dan memastikan legalitasnya, mengoordinasikan pemasangan listrik, serta menjamin ketersediaan air bersih di lokasi.

"Seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan untuk bekerja terpadu. Agar pembangunan huntap ini tepat waktu dan tepat sasaran," katanya.

Ismail mengatakan, hunian tetap ini bukan sekadar bangunan. Tetapi simbol hadirnya negara dan pemerintah daerah dalam mengembalikan rasa aman, martabat, dan harapan masyarakat.

"Kami akan terus mengawal proses ini hingga masyarakat benar-benar dapat menempati hunian yang layak dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera,” kata Bupati.

Hunian tetap ini dibangun dengan struktur, dinding, dan atap berbahan baja galvanis yang tahan karat dan tahan gempa. Keunggulannya terletak pada sistem knock down atau Rumah Bangun Cepat, sehingga proses konstruksi lebih efisien. Setiap unit juga dilengkapi dua kasur, meja makan, kursi, televisi, serta kamar mandi dengan fasilitas lengkap.

Bagi warga, rumah-rumah ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah simbol dimulainya kembali kehidupan yang sempat terhenti.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menko Polkam, Bapak Danrem, dan Bapak Bupati yang sudah membantu kami,” ujar Armiati Dani, perwakilan warga Kampung Muara Cangkoy dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap para pemimpin bangsa selalu diberikan kesehatan.

Selain 104 hunian tetap, di kawasan tersebut juga dibangun satu balai desa dan satu masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan ibadah masyarakat. Program ini merupakan kolaborasi Kemenko Polkam bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, didukung unsur TNI AD, Polri, dan berbagai pihak lainnya.

Bagi warga Kuala Cangkoy, hunian tetap ini bukan hanya tempat berteduh. Ini adalah awal baru — bangkit dari bencana, menata masa depan, dan meneguhkan keyakinan bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyatnya..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....