Kemendagri Tekankan Stabilitas Layanan Papua Selatan

  • 19 Feb 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah pusat mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan para bupati dalam menangani pengungsi pascainsiden penembakan dua pilot pesawat. Respons sigap tersebut dinilai krusial untuk menjaga keselamatan aparatur dan memastikan layanan publik tetap berjalan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan penghargaan atas koordinasi cepat pemerintah daerah di wilayah Papua Selatan. Langkah tersebut mencakup penanganan pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang tengah bertugas.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan (para) bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan pengungsi. Termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang mengabdi,” kata Ribka di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurutnya, respons cepat sangat penting untuk menjaga keselamatan aparatur sekaligus memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tidak terhenti. Koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan.

Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan agar penanganan lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.

“(Kemendagri) terus membangun koordinasi dengan pihak pemerintah daerah. Ini untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya,” ucapnya.

Selain fokus pada penanganan pengungsi, Ribka menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan kesehatan. Ia meminta agar aktivitas pelayanan tetap berjalan melalui fasilitas yang tersedia di Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali. Stabilitas keamanan dinilai penting guna mencegah kepanikan di tengah masyarakat.

“Agar dipastikan masyarakat tetap aman dan terkendali,” katanya. Ribka mengajak unsur pimpinan daerah, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua, Forkopimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama menjaga ketenangan publik.

Dukungan kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam meredam potensi keresahan.

“Kepada gubernur dan wakil gubernur, DPRP, MRP, bupati dan wakil bupati, Forkopimda, DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua Selatan, serta Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan, (kami harapkan) dapat mendukung agar masyarakat tidak panik,” ujarnya.

Sejalan dengan upaya menjaga keselamatan aparatur, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melaporkan langkah antisipatif di sektor kesehatan. Empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel untuk sementara ditutup dan tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Tanah Merah.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, Ribka optimistis situasi tetap terkendali. Pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat terus berjalan sebagaimana mestinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....