Mendikdasmen Ajukan Tambahan Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra

  • 18 Feb 2026 23:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengusulkan tambahan anggaran pemulihan pascabencana. Nilai anggaran biaya tambahan yang diajukan mencapai Rp2,4 triliun.

"Koordinasi percepatan pengurusan anggaran biaya tambahan. Ini yang akan kami usulkan Pak Pimpinan, Rp2,4 triliun," ujar Mu'ti pada rapat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Mu’ti menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk penanganan pascabencana di sektor pendidikan. Prioritasnya mencakup revitalisasi sekolah, Tunjangan Khusus Guru, dan bantuan peralatan.

Dalam dua pekan terakhir Februari, kementerian menyusun sejumlah langkah percepatan pemulihan. Rencana kerja tersebut difokuskan agar proses pembelajaran segera kembali normal.

Salah satu langkahnya adalah melanjutkan rapat koordinasi rekonstruksi bersama dinas pendidikan. Rakor tersebut melibatkan tiga provinsi terdampak di Sumatera.

Kemendikdasmen juga meneruskan penandatanganan perjanjian revitalisasi satuan pendidikan terdampak. Target revitalisasi ditetapkan sebanyak 1.204 sekolah.

Selain itu, proses verifikasi dan pembukaan rekening bagi 13.000 guru terus berjalan. Penyaluran Tunjangan Khusus Guru disiapkan dengan total anggaran Rp83,3 miliar.

Bantuan pemerintah berupa peralatan pendidikan juga akan kembali disalurkan. Nilai bantuan peralatan TIK, laboratorium, dan lainnya mencapai Rp60 miliar.

“Secara umum, kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat, dan sebagian menumpang di sekolah lain,” ujar Mu’ti.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan dukungan terhadap usulan ABT tersebut. Ia berharap revitalisasi sekolah terdampak segera direalisasikan.

Hetifah juga meminta Menteri Keuangan dan Menteri Sekretaris Negara memastikan ketersediaan anggaran. Ia menekankan anggaran tidak hanya untuk infrastruktur fisik semata.

"Mohon Pak Menteri Keuangan dan juga Bapak dari Mensesneg memastikan bahwa anggaran yang terkait dengan revitalisasi itu. Bukan semata-mata juga infrastruktur, tapi juga termasuk perangkat sekolah, termasuk laboratorium, juga SDM, guru-guru dan tenaga kependidikan yang terdampak," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Maria Yohana Esti Wijayati turut mendorong pengajuan anggaran memadai. Ia meminta kementerian tidak ragu mengusulkan dana demi percepatan pemulihan pendidikan.

"Pak Menteri Pendidikan Dasar Menengah, saya kira mengajukan anggarannya jangan ragu, untuk bagaimana pendidikan kita bisa pulih seperti sedia kala dengan peralatan yang memadai dan bermutu, berkeadilan, setara untuk semua," ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....