Menteri PKP: ‘Gentengisasi’ Gunakan Produk Lokal, Dongkrak UMKM
- 18 Feb 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut program ‘gentengisasi’ akan sepenuhnya menggunakan produksi dalam negeri. Menurutnya, program ini sangat membantu mendorong pertumbuhan industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kalau mau simple sih kita bisa saja impor, tapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan daripada industri dalam negeri kita, soal genteng ini," ujar Menteri Ara dalam rapat koordinasi terkait pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Ara, industri genteng rumahan memiliki jumlah pegawai sangat banyak. Sehingga program ini diharapkan membuka lapangan kerja sekaligus menstimulasi ekonomi lokal.
Ara mengatakan pemerintah telah melakukan survei produksi genteng di beberapa titik, seperti Jatiwangi, Majalengka. “Dari Pak KDM (Dedi Mulyadi) kami dapat info, di Purwakarta dan di Bekasi,” katanya.
Data dari Gubernur Jawa Barat itu juga turut menjadi acuan untuk memastikan ketersediaan produk lokal memenuhi kebutuhan program. Ia meminta waktu kajian lengkap terkait gentengisasi akan dilakukan selama seminggu sebelum dilaporkan kepada pimpinan DPR.
“Jadi kalau boleh izin kami minta waktu seminggu dengan kajian yang lengkap untuk kami laporkan kepada Pak Ketua. Dan nanti dengan BNPB bisa sama-sama, sehingga nanti kita koordinasi genteng mana yang mau digunakan,” ucap Ara.
Ara menegaskan, langkah ini bukan hanya soal konstruksi bangunan, tetapi juga strategi untuk memperkuat sektor UMKM dan industri domestik. Ia berharap semua pihak dapat memanfaatkan program ini untuk percepatan pembangunan serta pemulihan ekonomi nasional.
Dengan kebijakan ini, Menteri PKP optimistis program gentengisasi dapat berjalan efektif. Sehingga menyerap tenaga kerja lokal, dan sekaligus meningkatkan kapasitas industri dalam negeri secara signifikan.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut bahwa kebijakan gentengisasi tersebut secara langsung menguntungkan pelaku UMKM di berbagai daerah. “Pokoknya yang paling diuntungkan itu buat UMKM lah udah,” ucap Maman di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Maman program gentengisasi akan meningkatkan permintaan genteng dan berdampak langsung pada pesanan sentra produksi di daerah. Lonjakan permintaan ini juga diperkirakan memacu kreativitas serta inovasi pelaku usaha mikro dan kecil di sektor penyediaan material bangunan.
“Akhirnya pasti order genteng akan semakin banyak, ini kan teori supply and demand. Di saat demandnya meningkat, pasti mau nggak mau supply-nya harus memenuhi demand,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....