Tradisi Meugang, Presiden Beri Sapi ke Ponpes Darul Mukhlisin di Aceh

  • 18 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengirim dua ekor sapi berukuran 'jumbo' Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang untuk tradisi Meugang. Sapi diantar oleh tim Badan Komunikasi Pemerintah RI dan kelompok relawan, kemudian diantar ke ponpes dengan mobil bak.

Tradisi Meugang merupakan tradisi memasak daging sapi atau kerbau sebagai wujud syukur dan kebersamaan menjelang bulan suci Ramadan. Sapi pemberian Presiden Prabowo disembelih, kemudian di masak dan dihidangkan untuk para santri serta pengurus pondok pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ustad Mulkana menyampaikan rasa syukur atas bantuan pribadi Presiden Prabowo untuk pondok pesantren. Para santri dapat merasakan daging sapi pada acara Meugang ditengah pemulihan pasca bencana banjir bandang pada November 2025.

Ustad Mulkana menyampaikan kekhawatiran pihak ponpes tidak akan melaksanakan tradisi Meugang imbas banjir bandang. Bencana dahsyat tersebut memberikan dampak besar sehingga pihak pondok pesantren fokus untuk pemulihan.

"Ketika mengajak santri ke pondok ini, kami sempat berpikir, nanti seperti apa kami melaksanakan Meugang? Jadi alhamdulillah, ini pengalaman pertama buat kami," kata Mulkana seperti dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID, Rabu, 18 Februari 2026.

Sejumlah santri Pondok Pesantren Darul Mukhlisin sedang menikmati daging sapi Meugang.

Mulkana menyebut daging telah didistribusikan kepada 200 orang dan 50 orang tenaga pengajar di pondok pesantren tersebut. Bagi Ponpes bantuan Presiden Prabowo, tidak hanya menjaga tradisi Meugang tetapi menjadi penyemangat untuk menjalankan ibadan Ramadan pasca bencana banjir bandang.

"Mudah-mudahan apa yang dimakan nanti akan menjadi energi yang menguatkan ibadah mereka dan semangat menyambut Ramadan. Ini karena Meugang tidak pernah terlewatkan oleh kami, warga Aceh,"ujarnya.

"Terima kasih pak Presiden Prabowo. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah dan menjadi berkah juga,"kata Ust Mulkana.

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin sempat menyita perhatian publik saat terjadi banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025. Banjir bandang tidak hanya membawa material lumpur namun ribuan kubik kayu gelondong berukuran besar.

Area pondok pesantren di kepung gelondongan kayu dan aktivitas belajar lumpuh total, sejumlah bangunan rusak dihantam kayu-kayu besar. Keberadaan Ponpes dianggap seperti 'benteng' yang menahan laju kayu-kayu berukuran besar.

Puluhan alat berat dikerahkan untuk membersihkan Ponpes dari material banjir bandang yang menggunung terutama kayu gelondongan. Kini, aktivitas di pondok pesantren sudah kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....