Satgas Pangan Intensif Awasi Harga jelang Ramadan
- 18 Feb 2026 15:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan pengawasan harga pangan terus berjalan. Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan sudah bergerak hampir dua pekan.
Pemantauan dilakukan setiap hari di seluruh provinsi dan akan berlangsung hingga setelah Lebaran. Langkah ini memastikan tidak ada celah pelanggaran dalam distribusi dan penjualan pangan.
"Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan, sebagaimana Bapak juga sebagai pengarah, ini sudah bergerak hampir dua minggu, Pak. Jadi terus ini Pak, jadi setiap hari bergerak dan terus bergerak," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Ketut mengatakan seluruh 38 provinsi telah aktif melakukan pengawasan bersama aparat penegak hukum. Namun masih ada daerah yang belum didampingi kepala dinas terkait saat turun ke lapangan.
Menurutnya, pendampingan penting karena dinas memahami kondisi pasokan dan harga di wilayah masing-masing. Aparat kepolisian akan menindak jika ditemukan pelanggaran di lapangan.
Ia meminta tim pusat dan daerah turun bersama agar pengawasan lebih efektif. Kolaborasi dinilai kunci menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat.
“Tim kita harus kompak dan turun bersama agar memahami kondisi lapangan,” katanya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah.
Pengawasan terpadu diharapkan mencegah lonjakan harga menjelang Ramadan. Stabilitas pangan menjadi faktor utama menjaga daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta TPID segera menelusuri setiap kenaikan harga pangan. Langkah itu untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
| Baca juga: GPM Bantu Warga Cariu Dapat Pangan Murah |
Kenaikan sekecil apa pun dinilai tidak boleh dibiarkan. Kondisi tersebut berpotensi meningkat pada periode berikutnya.
Tomsi mengatakan pemerintah daerah harus memahami posisi harga komoditas di wilayah masing-masing. Kenaikan di atas HET harus segera dicari penyebabnya.
“Begitu ada kenaikan di atas HET, segera dalami penyebabnya. Jangan dibiarkan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....