Kemungkinan Perbedaan Tarawih, Muhammadiyah Ajak Saling Menghormati
- 17 Feb 2026 16:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DKM Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Nur Akhmad mengingatkan pentingnya saling menghormati perbedaan awal tarawih Ramadan. Ia menilai kemungkinan perbedaan tersebut merupakan hal wajar dalam praktik keagamaan umat Islam.
"Bagi saudara-saudara kita yang mulai tarawih hari ini tetap menghormati saudara-saudara kita yang tarawihnya besok. Bagi yang tarawihnya besok juga menghormati yang tarawih hari ini," ujar Nur Akhmad saat dihubungi RRI.CO.ID, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menegaskan perbedaan awal ibadah tidak boleh memicu konflik atau saling menyalahkan. Menurutnya, persoalan tersebut masuk ranah cabang atau furuiyah dalam agama.
"Artinya kapanpun mulai puasa silakan ditentukan menurut pilihan masing-masing, keyakinan masing-masing, ilmu masing-masing. Tidak boleh kita saling menyalahkan, menyudutkan, karena ini bagian dalam hal yang sifatnya furuiyah, cabang-cabang kecil saja," ucapnya.
Ia menjelaskan kewajiban puasa telah disepakati seluruh umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah. Perbedaan waktu pelaksanaan hanya terkait metode penetapan awal Ramadan.
"Kalau puasanya kan wajib, semuanya mengakui. Soal kemudian ada yang mulai hari A atau hari B itu soal furuiyah yang kita harus saling menghargai," ujar Nur Akhmad.
Ia menambahkan Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan umat. Menurutnya, semangat toleransi menjadi kunci menjaga harmoni di tengah perbedaan.
Kementerian Agama akan menyelenggarakan Sidang Isbath pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang Isbath itu untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Sidang Isbath merupakan forum resmi pemerintah guna menentukan waktu umat Islam mulai ibadah puasa di Indonesia. Penentuan awal Ramadan akan berdasarkan pada perhitungan astronomi (hasil hisab) dan pemantauan hilal (rukyat).
"Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad.
Sidang Isbath dilaksanakan pada petang hari, mulai pukul 17.00 WIB. Dalam Sidang Isbath juga hadir berbagai unsur lain seperti DPR dan perwakilan organisasi keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....