Libur dan Perayaan Imlek, KADIN Rincikan Potensi Perputaran Uang
- 17 Feb 2026 16:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, memperkirakan perputaran uang dalam momentum libur dan perayaan Imlek 2026 mencapai Rp 9 Triliun. Diungkapkan Wakil Ketua Umum (Waketum) KADIN Indonesia, Sarman Simanjorang, angka tersebut berasal dari sejumlah faktor transaksi.
Seperti diantaranya dirincikan Sarman, yakni pada sektor perbelanjaan, kegiatan kuliner, destinasi wisata hingga ziarah. Hal ini dijelaskan Sarman, karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan libur perayaan Imlek selama dua hari, sebagai libur nasional.
Potensi perputaran uang hingga Rp9 Triliun itu dicontohkannya, dihitung faktor tradisi warga keturunan Tionghoa dalam menyambut Imlek. Tradisi tersebut seperti jamuan santap makanan khas Imlek hingga berbagi angpao bersama keluarga, kerabat dan tamu.
Dengan perkiraan jumlah populasi warga Indonesia keturunan Tionghoa 11,25juta orang (rata-rata 4 orang/keluarga) maka akan setara dengan 2.812.500 keluarga. Bila setiap keluarganya melakukan tradisi Imlek dengan rata-rata berbelanja Rp1 juta, maka potensi perputaran uang dalam faktor ini mencapai Rp2 Triliun.
"Jika setiap keluarga membelanjakan rata sata 1juta maka potensi perputarang uang diperkirakan mencapai Rp.2.812.500.000.000," kata Sarman dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Faktor lainnya diungkapkannya Sarman, juga dapat dihitung dari estimasi perjalanan wisata ataupun ziarah dengan kendaraan mobil pribadi. Dengan perkiraan mobilitas sekitar 3.369.820 orang, ia memproyeksikan perputaran uang dalam hal ini bisa mencapai Rp4 Triliun.
"Rata-rata membelanjakan uang Rp500ribu maka potensi perputaran mencapai Rp.1.684.910.000. Dengan demikian perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4.497.410.000," katanya.
Selain itu, terdapat moda transportasi penerbangan dengan perkiraaan jumlah penumpang 1.744.820. Waketum KADIN Indonesia menuturkan, bila rata-rata tiket pesawat senilai Rp1juta, maka transakasi tiket dapat mencapai Rp.1.744.820.000.000.
Selanjutnya kata Sarman, sektor kereta api dengan rata-rata tiket Rp150ribu transaksi tiket kreta api mencapai Rp150 miliar. Sementara untuk tiket kreta api Woosh dengan harga tiket Rp250.000, diperkirakan akan terjadi transaksi mencapai Rp6.250miliar.
Sektor lainnya dicatatkan Waketum KADIN Indonesia, Sarman, yakni terhadap sektor ritel yang berpotensi mengalami perputaran uang hingga Rp.2.669.000.000.000. Hal ini dijelaskannya, juga merujuk pada target transaksi Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), sebesar Rp53.38 Triliun.
"Jika selama libur imlek kita perkirakan terjadi transaksi 5 persen, maka potensi perputaran uang sector ritel sekitar Rp.2.669.000.000.000. Dengan demikian potensi perpurasna uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp.9.067.480.000.000," imbuh Sarman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....