Kunjungi Brigif 18/Trisula, Menko Polkam Tekankan Profesionalisme

  • 17 Feb 2026 14:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan prajurit elite dibentuk lewat disiplin dan profesionalisme. Pegasan tersebut disampaikan saat pengarahan kepada perwira Divisi Infanteri 2 Kostrad di Brigif 18/Trisula, di Malang, Minggu, 15 Februari 2026.

Dalam arahannya, ia menyebut Kostrad sebagai pasukan pemukul strategis saat situasi genting. Karena itu, Brigif 18/Trisula dituntut selalu siap tempur, bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi.

“Kostrad bukan satuan biasa melainkan pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi, tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” ujar Djamari dalam keterangan pers yang diterima Pro3 RRI pada Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menambahkan, disiplin tinggi menjadi dasar pembentukan karakter prajurit tangguh. Menurutnya, kesalahan kecil di medan operasi dapat berakibat kegagalan besar.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan kompeten, berkarakter, dan mencintai tanah air. Ia menyebut, pemimpin harus memahami kemampuan anggota serta mendorong peningkatan kapasitas satuan.

“Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya. Di tengah dinamika dan eskalasi politik global yang sulit diprediksi, profesionalisme prajurit menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas nasional," ujar Menko yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/Trisula ke-16 pada tahun 1992-1993.

Ia mengingatkan konflik global menjadi pelajaran agar Indonesia tetap solid. Prajurit harus mencintai tanah air dan menjaga persatuan dari ancaman internal maupun eksternal.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern dalam transformasi pertahanan. Latihan rutin harus diiringi adaptasi terhadap perkembangan teknologi militer.

“TNI tidak hanya harus unggul di medan perang. Tetapi juga menguasai teknologi dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dampak kesejahteraan,” ujarnya.

Sejalan arahan Presiden, TNI diminta hadir membantu masyarakat, termasuk saat banjir di Sumatera. Kehadiran prajurit dinilai sebagai bukti nyata negara bersama rakyat.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kekompakan mendukung program prioritas pemerintah. Program itu meliputi SPPG, Sekolah Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih.

Di akhir pengarahan, ia kembali menekankan peningkatan profesionalisme melalui latihan dan kompetisi sehat. Menurutnya, prajurit unggul lahir dari persaingan yang menantang dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....