Perbaiki Dunia Pendidikan, Bung Hatta Pernah Tarik Edar Buku Koperasi
- 16 Feb 2026 21:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pengawas Yayasan Hatta, Gemala Hatta mengatakan bahwa Bung Hatta adalah sosok yang mengedepankan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal itu terbukti pada saat Bung Hatta melakukan permintaan penarikan peredaran buku pelajaran Koperasi di sekolah Katolik di Jakarta.
Mulanya, Gemala Hatta mendapatkan nilai buruh dalam mata pelajaran Koperasi. Pada saat itu, setiap ujian sekolah harus diketahui oleh orangtua dengan menandatanganinya.
"Saya mendapatkan nilai 2,5 dalam mata pelajaran Koperasi, setiap ujian harus di tanda tangan orangtua. Ibu saya tidak mau melakukannya karena nilainya terlalu kecil, maka saya harus menemui ayah saya," katanya kepada wartawan usai peluncuran buku 'Satu Abad Ibu Rahmi Hatta: Pribadi Unik yang Mendidik dan Meneladani', Yayasan Hatta, Jakarta Pusat, Senin, 16 Februari 2026.
Ia mengaku sempat merasa takut dimarahi, mengingat Bung Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Namun, ayahnya justru terlihat heran dengan nilai yang diperolehnya.
Alih-alih memarahi, Bung Hatta meminta Gemala mengambil buku pelajaran Koperasi untuk dicocokkan dengan jawaban ujiannya. "Bapak meminta saya mengambil buku Koperasi untuk dicocokkan," katanya.
Setelah dicermati, ternyata terdapat sejumlah kekeliruan dalam buku pelajaran tersebut, dan jawaban Gemala dinyatakan benar. Ia mengungkapkan, pemahamannya terhadap materi Koperasi diperoleh dari kebiasaannya melihat sang ayah bekerja dan berdiskusi.
Ia juga mengaku sempat menyampaikan kepada gurunya bahwa jawabannya benar. Namun, saat itu ia tidak mendapat kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut.
Keesokan harinya, Bung Hatta kemudian memanggil guru mata pelajaran Koperasi untuk menjelaskan kesalahan buku tersebut. Hingga kemudian, buku tersebut ditarik dari peredarannya.
"Bapak tidak marah, bapak hanya menjelaskan yang benar. Sehingga buku pelajaran tersebut ditarik dari peredarannya," ujar Gemala.
Sementara itu, menjadi tokoh Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta selalu menekankan bahwa Koperasi bukanlah sekadar usaha. Melainkan gerakan ekonomi yang dilandasi semangat kebersamaan dan gotong royong.
"Melalui Koperasi rasa kebersamaan, persamaan, dan tolong-menolong dapat ditumbuhkan. Jiwa koperasi adalah menolong diri sendiri secara bersama-sama," ucapnya.
Menurutnya, koperasi menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat perekonomian secara adil dan merata. Nilai kebersamaan dan persamaan yang terkandung di dalamnya dinilai mampu mengurangi kesenjangan sosial.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional. Prinsip utamanya bukan sekadar meraih keuntungan, tetapi meningkatkan kesejahteraan anggota melalui semangat usaha bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....