Kisah Romantis Bung Hatta Diabadikan dalam Lagu Ismail Marzuki
- 16 Feb 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pengawas Yayasan Hatta, Gemala Hatta menyebut kisah romantis Bung Hatta dan Rahmi Hatta diabadikan dalam lagu Sepasang Mata Bola. Lagu tersebut diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1946.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu Bung Hatta sedang menjemput kedua orang tuanya di stasiun Jogjakarta. Lalu kemudian dirinya pertama kali bertemu Rahmi Hatta di tempat tersebut.
"Kisah itu nyata sekali, Bung Hatta bertemu Rahmi Hatta di stasiun Jogjakarta. Bung Hatta berangkat dari Jakarta menuju Jogjakarta untuk menjemput kedua orangtuanya," katanya kepada wartawan peluncuran buku "Satu Abad Ibu Rahmi Hatta: Pribadi Unik yang Mendidik dan Meneladani', Yayasan Hatta, Jakarta Pusat, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa peristiwa itu terjadi tepat saat Bung Hatta dan Rahmi Hatta saling bertatapan di balik jendela kereta. Seketika, Bung Hatta jatuh cinta pada mata indah yang dimiliki Rahmi Hatta.
Pertemuan singkat itu kemudian menjadi awal mula kisah cinta mereka yang legendaris. Kemudian menginspirasi terciptanya lagu Sepasang Mata Bola karya Ismail Marzuki.
"Mata ibu sangat bagus kata bapak. Inilah yang menjadikan Ismail Marzuki membuat lagu tersebut yang terinspirasi dari mereka," ujarnya.
Sementara itu, lagu keroncong legendaris tersebut kemudian mengalun indah untuk menyambut penumpang kereta api di stasiun Jogjakarta. Namun demikian karena permasalahan royalti, lagu tersebut diberhentikan berkumandang sementara waktu.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, menyatakan pihaknya tengah mengurus administrasi terkait izin. Dan kewajiban royalty kepada pencipta atau pemegang hak cipta.
"Hal yang sama juga dilakukan KAI Daop 6 Jogja untuk Stasiun Jogja dan Stasiun Lempuyangan. Karena KAI ingin memastikan semua berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 8 Agustus 2025 lalu.
Menurutnya, pemberhentian pemutaran lagu ini hanya berlaku sementara. Ada kemungkinan KAI akan kembali memutar lagu-lagu khas itu di stasiun.
Saat ini, KAI Daop 6 berupaya untuk mencari solusi terbaik sesuai dengan regulasi. Hal itu juga merupakan upaya penghormatan terhadap hak cipta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....